PT. Panasia Indo Resources, Tbk
Jumat, 23 Januari 2015
Sabtu, 04 Oktober 2014
Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segenap keluarga besar Signboard Advertising Bandung (SAB Group ) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H .
"Maka tatkala anak itu ( Nabi Ismail A.S) sampai (pada umur
sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku
sesungguhnya aku melihat dalm mimpi bahwa aku menyembelihmu", maka
fikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlan apa yang
diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang
yang sabar (QS-As Saffat 102)
Semoga kita dapat mencontoh pengorbanan yang sempurna seperti Nabi
Ibrahim A.S. demi mengharapkan keridhoan Allah SWT, diberi ketaatan &
kesabaran seperti Nabi Ismail A.S, diberi keikhlasan seperti Siti
Hajarserta diberi keridhoan dari junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Rabu, 24 September 2014
Ridwan Kamil Ingin Refleksi
Memasuki hari jadi ke-204, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki
berbagai harapan tersendiri. Dia mengatakan yang terpenting dari hari jadi
tersebut adalah merefleksi sudah menjadi apa kota kreatif tersebut?
Menurutnya, ada renungan secara ilmiah dan religi yang dilakukan
untuk melihat pencapaian dan progres yang terjadi di Kota Bandung.
"Tidak hanya itu, tentunya juga harus ada perayaan bagi warga
Kota Bandung, sehingga ada semangat perayaan akan adanya perubahan selama satu
tahun ke belakang," katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, perayaan hari jadi Kota Bandung akan
diisi beragam seperti car free night, acara musik, kuliner, beberapa anugera,
istighasah di Gasibu, dan pesta kembang api di Monumen Perjuangan, pada Sabtu,
(27/9/2014).
Tidak hanya itu, rencananya pada tanggal 2 Oktober nanti juga akan
ada turnamen Persib melawan Malaysia sebagai bagian perayaan Ultah Kota
Bandung.
"Puncaknya pada 18 Oktober nanti ada karnaval sepeda atau
kendaraan hias keliling Kota Bandung." Sumber:bandung.bisnis
Jumat, 29 Agustus 2014
Google Uji Coba Drone untuk Pengiriman Barang
Perusahaan
internet raksasa, Google, kembali merilis inovasi teknologinya. Google
memperkenalkan drone atau kendaraan tanpa awak yang diproyeksikan mengirimkan
barang melalui udara.
Perusahaan
internet itu tampaknya siap menantang layanan pengiriman barang melalui drone
yang sebelumnya sudah diumumkan Amazon beberapa waktu lalu.
Melansir Mashable, Jumat 29 Agustus 2014,
perusahaan mesin pencari itu mengungkapkan tengah mengembangkan sistem
pengiriman dengan drone dan diujicoba di area terpencil Australia. Proyek yang
dinamakan Project Wing
Nicholas
Ray, pendiri Project Wing mengungkapkan proyek itu sudah dijalankan selama dua
tahun secara rahasia di Google X, divisi Google yang khusus untuk pengembangan
teknologi terbaru.
"Proyek
ini dihasilkan dalam sistem handal yang dapat mengirimkan secara otonom,"
ujar dia.
Dalam
video presentasi, Google mengatakan perusahaan telah mengembangkan sistem
pengiriman yang menggunakan kendaraan terbang secara mandiri. Google juga
mengatakan ujicoba drone telah sukses mengirimkan sebuah barang ke sebuah
rumah.
"Kami
baru saja mengembangkan teknologi ini untuk memungkinkan sistem pengiriman yang
aman, tapi kami berpikir ada potensi dahsyat untuk mengirimkan barang secara
lebih cepat, aman dan efektif," tulis Google dalam video youTube.
Manfaat
drone pengiriman itu dirasakan langsung oleh Neil Parfitt, petani dekat
Warwick, Queensland. Dalam uji coba, Parfitt menerima kiriman cokelat Cherry
Ripe dari drone Google tersebut. Ia mengakui pengiriman itu sangat efektif,
sebab biasanya, untuk membeli cokelat ia mengaku harus menuju ke kota yang
berjarak 10 km.
Tak
hanya dia yang mendapatkan kiriman dari drone, anjing kesayangannya juga
mendapatkan bingkisan makanan, yang dikirim oleh Roy dari kawasan yang tak jauh
dari rumah Parfitt.
Dalam
video itu drone terbang mengambil cara antara pesawat terbang dan helikopter.
Drone lepas landas secara vertikal dan kemudian setelah di udara, terbang
secara vertikal mencari lokasi tujuan pengiriman.
Begitu
menemukan titik pengiriman, drone akan mengeluarkan tali derek untuk menurunkan
paket ke tanah. Pada ujung tambaran tali itu, terdapat komponen elektronik yang
disebut 'telur'. Perangkat ini berfungsi mendeteksi paket telah menyentuh
tanah. Begitu dipastikan menyentuh tanah, 'telur' itu akan melepaskan diri
paket dan ditarik kembali ke dalam drone. Lihat di sini
Tak
mudah untuk menjalankan uji coba itu, tim Google disebutkan melangsungkan lebih
dari 30 uji coba penerbangan mandiri
di Australia. Belum lagi soal lokasi yang dihadapi berbukit dan memastikan
sistem pengiriman itu terkendali di luar laboratorium.
Setelah
sukses dalam pengujian itu, Google bakal mengembangkan lagi sistem pengiriman
itu.
"Tahap
berikutnya yaitu mengambil momentum dan antusiasme yang kami bangun secara
internal. Kami juga ingin mendorong ke arah yang memungkinkan mimpi memberikan
barang lebih cepat dengan tepat dan aman," kata Dave Vos, yang memimpin
Project Wing.
Seperti yang dilansir vivanews (29/8/2014) dalam laman beritanya, Keseriusan
Google ini bakal menambah ramai potensi pengiriman barang dengan drone. Sebab
sejak mengumumkan pengiriman barang dengan drone yang dinamai Octocoptors pada
Desember 2013 lalu, sejauh ini Amazon belum mengaplikasikan sistem ini secara
luas. Drone Amazon itu masih harus menghadapi serangkaian perizinan orotitas penerbangansetempat.
Jumat, 15 Agustus 2014
Logo dan Tema Peringatan HUT RI ke-69 , Arti Kemerdekaan dan Tanggung Jawab
Berikut ini adalah logo resmi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan
Republik Indonesia ke 69, tanggal 17 Agustus 2014.
Adapun tema peringatan HUT RI ke 69 adalah "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera"
sumber:bandung.go.id
ARTI KEMERDEKAAN DAN TANGGUNG JAWAB
Adapun tema peringatan HUT RI ke 69 adalah "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera"
sumber:bandung.go.id
ARTI KEMERDEKAAN DAN TANGGUNG JAWAB
Dalam bidang apa pun untuk menggapai
sesuatu butuh pengorbanan dan perjuangan, baik dalam skala besar maupun kecil.
Hal seperti ini telah dialami dan dirasakan oleh bangsa Indonesia ketika
berjuang untuk merebut kemerdekaan. Ada yang gugur muda. Sebagian bernama, yang
lainnya gugur dan tak dikenal, adalah bukti kegigihan para pahlawan yang gugur
sebagai kusuma bangsa.
Mereka berjuang tanpa pamrih demi
kepentingan bersama. Kiat, strategi dan berbagai cara dilakukan untuk mencapai
satu sasaran akhir, yaitu Indonesia merdeka. TKR/ABRI berjuang dengan senjata;
para politikus berjuang melalui jalur diplomasi; rakyat bergerilya dengan bambu
runcing; para ilmuwan berjuang melalui karya-karya ilmiah;budayawan dan seniman
pun tak tinggal diam, mereka berjuang melalui karya seni budaya. Mengapa
kemerdekaan harus diperjuangkan dan apa sesungguhnya kemerdekaan itu?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia,
kemerdekaan adalah keadaan atau hal berdiri sendiri, yaitu bebas atau lepas;
tidak terjajah lagi atau tidak diperintah oleh negara lain. Kemerdekaan bukan
sekedar mengusir kaum penjajah untuk meninggalkan tanah air atau beralihnya penguasa
dan kekuasaan dari bangsa penjajah ke bangsa Indonesia, namun kemerdekaan
dimaknai juga sebagai upaya merebut merebut kembali tanggung jawab untuk
melakukan pemerintahan sendiri, memajukan dan mengsejahterakan bangsa
Indonesia.
Kemerdekaan menuntut seluruh anak bangsa
Indonesia untuk bekerja secara sungguh-sungguh; memiliki tanggung jawab
bernegara dan berdisiplin nasional. Tanpa tanggung jawab bernegara, kemerdekaan
yang kini berusia 69 tahun tidak banyak berarti. Tanpa disiplin nasional,
kemerdekaan akan kebablasan dan melahirkan anarki.
Bila kita renungkan sejarah pertumbuhan
bangsa Indonesia selama kurung waktu 69 tahun, ternyata proklamasi 17 Agustus
1945 bukan hanya sekedar pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka,
tetapi juga bermakna dan berisi suatu cita-cita yang harus kita wujudkan
bersama untuk menjadi kenyataan.
Sebagai cita-cita, proklamasi 17 Agustus
1945 mengamanatkan kepada kita suatu tugas sejarah yang berat, yakni kita harus
mengisi kemerdekaan dengan usaha-usaha pembangunan untuk mewujudkan masyarakat
Pancasila; masyarakat adil dan makmur, baikdalam bidang fisik kebendaan maupun
dalam bidang mental kerohanian.
Kegigihan para pejuang bangsa Indonesia
yang telah mengerahkan sebahagian kebebasan yang dimilikinya untuk
memperjuangkan kemerdekaan 1945 adalah kelanjutan, peningkatan dan pembaharuan
dari para pahlawan nasional sebelumnya seperti Diponegoro, Sam Ratulangi,
Robert Wolter Mongisidi, Hasanuddin, Pattimura, dan sejumlah pahlawan nasional
lainnya.
Perjuangan para patriot bangsa dalam
rentang waktu yang panjang mencapai puncaknya pada proklamasi kemerdekaan 17
Agustus 1945. Selama 20 tahun setelah kemerdekaan, yaitu sejak tahun 1945
sampai 1965, bangsa Indonesia berjuang mempertahankan NKRI berdasarkan
Pancasila dari segala rongrongan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Dari tahun 1945 hingga pengakuan kedaulatan menjelang akhir tahun 1950, bangsa
Indonesia berjuang dalam perang kemerdekaan. Akhirnya setelah melalui
perjuangan yang berat dalam waktu yang relatif lama, bangsa Indonesia berhasil
membulatkan seluruh wilayah NKRI, yaitu merebut kembali Irian Jaya (kini Papua)
pada tahun 1962, yang semula masih berada dalam kekuasaan Belanda.
Sejak pengakuan kedaulatan pada 17
Agustus1945 dan tahun-tahun sesudahnya, bangsa Indonesia berjuang melawan
bahaya federalisme, separatisme, kesukuan, kedaerahan, ekstrim kanan dan
ekstrim kiri. Kadang ancaman dan bahaya tersebut bercampur dengan kekuatan
asing. Semua itu bangsa Indonesia rasakan sebagai bagian dari perkembangan dan
pertumbuhan ke arah kematangan, kedewasaan dan sebagai pelajaran yang sangat
berharga.
Sejarah mencatat, bangsa Indonesia dalam
memperjuangkan kemerdekaan telah membayar dengan harga yang sangat mahal.
Kemerdekaan tidak diperjuangkan dalam cahaya yang terang benderang, tapi di
tengah deru mesin, letusan senapan dan dentuman meriam yang telah menggugurkan
sejumlah kesatria dan telah menyebabkan sejumlah anak kehilangan ayah dan ibu.
Kendatipun
bangsa Indonesia telah berhasil memperjuangkan kemerdekaan, namun kita tidak
boleh meninggalkan kewaspadaan. Kita harus tetap mawas diri dan
mengkosolidasikan diri, baik di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial
budaya dan pertahanan keamanan (hankam).
Tanggal 17 Agustus 1945 bagi bangsa Indonesia adalah tanggal yang penuh sejarah. Setiap
tahun, baik di desa maupun di kota, selalu dirayakan dengan upacara dan
dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang kemeriahannya melebihi perayaan hari
nasional lainnya.Selain meriah, tanggal 17 Agustusjuga disebut dengan beraneka
ragam nama seperti peringatan hari kemerdekaan, perayaan hari lahir bangsa
Indonesia, peringatan proklamasi kemerdekaan, hari pembebasan bangsa Indonesia
menjadi bangsa yang merdeka, dan sejumlah sebutan lainnya.
Betapa pun bervariasinya sebutan peristiwa
pada 17 Agustus1945, namun yang jelas tanggal17 Agustus2014 ini seperti juga tahun-tahun sebelumnya, yaitu tanggal yang tidak terlewatkan
tanpa kesan.Di sana-sini, di sudut kota atau desa pasti ada gebyar yang penuh
pesona dan daya pikat untuk menyemarakannya.
Bila kita kembali mengingat dan
merenungkan jasa para pahlawan kemerdekaan, suasana pada tanggal 17 Agustus
sangat mengharukan hati setiap warga bangsa Indonesia yang telah dijajah selama
350 tahun oleh bangsa Belanda dan 3,5 tahun oleh bangsa Jepang.
Sejarah mencatat, kepribadian bangsa
Indonesia dibangun sejak imperium Majapahit dan Sriwijaya, dan “didewasakan”
oleh penjajah Belanda selama 350 tahun. Semua itu dalam usia kemerdekaan bangsa
Indonesia yang kini telah mencapai 69 tahunmemiliki pengaruh dari segi budaya
dan kultur. Beberapa generasi telah melewatinya dengan suka dan duka, dan yang
lainnya telah merasakan langsung pahit getirnya cengkraman bangsa penjajah.
Seluruh strata masyarakat Indonesia
memiliki tanggung jawab yang sama mengisi kemerdekaan sesuai dengan beban tugas
dan potensi masing-masing. Tanggung jawab siswa misalnya mengisi kemerdekaan
dengan giat belajar, tidak terlibat atau melibatkan diri dalam tindak kriminal
seperti panah wayer, miras dan tawuran antarkampung, tapi saling bahu membahu
membuat apa yang belum baik menjadi baik dan apa yang sudah baik menjadi lebih
baik.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena
pada tanggal 17 Agustus tahun 2014 ini kita dapat memperingati kemerdekaan RI
yang ke-69. Usia kemerdekaan yang melebihi setengah abad ini dicapai karena
komitmen dan tekad bersama untuk terus maju mewujudkan cita-cita perjuangan
bangsa.
Upaya mengisi kemerdekaan melalui
pembangunan, baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan di masa yang akan
datang adalah tanggung jawab semua; bukan semata-mata masalah generasi yang
akan datang atau masalah generasi sesudahnya, tetapi merupakan masalah bangsa
Indonesia saat ini.
Dalam upaya mengisi kemerdekaan, kita
harus memperhatikan dan memperhitungkan dampak yang akan dialami di masa
mendatang. Generasi muda misalnya dalam mengisi kemerdekaan hendaknya dapat
membebaskan diri dari penyalahgunaan obat terlarang seperti ectasy, narkoba, miras, dan jenis obat-obatan berbahaya lainnya, yang
berakibat fatal bagi kesehatan fisik dan mental.
Gangguan fisik dan mental yang telah
diracuniobat-obatan terlarang tersebutdapat mengakibatkan merosotnya moral
seseorang, dan berdampak negatif terhadap agama sebagai moral iman, terhadap
Pancasila sebagai moral bangsa, dan terhadap UUD 1945 sebagai moral hukum.
Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia, adalah salah satu tujuan kemerdekaan republik Indonesia.
Tujuan lainnya sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945dalam kalimat yang
tersusun secara puitis, indah dan serasi, yang menyatakan bahwa penjajahan
tidak sesuai dengan peri kehidupan dan peri keadilan. Makna ungkapan ini adalah
mengalihtugaskan dan mengikat kita kepada tugas dan tanggung jawab untuk
membangun dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa
dalam alam kemerdekaan, bangsa kita mengembang tugas luhur, yaitu ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial. Kalimat ini mengandung arti bahwa perjuangan bangsa
Indonesia bukan hanya mencakup cita-cita mengenai masyarakat, bangsa dan negara
Indonesia semata, melainkan juga mengenai masyarakat dunia pada umumnya.
Sejarah telah mencatat dan membuktikan
bahwa bentuk-bentuk menguasai dan menindas pernah dialami dan dirasakan oleh
bangsa Indonesia selama 350 dibelenggu oleh bangsa Belanda. Bangsa Indonesia
dianggap bodoh dan diperbodoh, dikuras, dieksploitasi bahkan diadu domba.
Tetapi berkat anugerah dan rahmat Tuhan yang menyertai perjuangan gigih para
tokoh pergerakan bangsa dan bantuan sepenuhnya dari seluruh rakyat membuat
bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamasikan
kemerdekaannya.
Bila fakta sejarah digali lebih jauh akan
nampak bahwa lahirnya negara kesatuan republik Indonesia ditandai dengan
pencurahan perhatian pada segi yuridisnya. Akanterasa ganjil jika ada sebuah
negara yang berdiri, namun belum memiliki hukum secara tertulis. Sejumlah tokoh
pada saat itu bekerja ekstra keras untuk melahirkan sebuah produk hukum yang
sekarang dikenal dengan nama UUD 1945, yang telah 4 (empat) kali diamandemen.
Masalah penjajahandi dalam mukadimah UUD
1945 menjadi hal pertama dibicarakan. Karena penjajahan tidak sesuai dengan
peri kemanusiaan dan peri keadilan. Penilaian terhadap penjajahan sudah
sedemikian “hitam” sehingga harus dicantumkan oleh para the
founding father di dalam pembukaan UUD 1945 dengan pernyataan
yang cukup “keras.”
Derita yang dialami bangsa Indonesia
akibat penjajahan melahirkan corak penilaian yang kasar bahwa bangsa penjajah
adalah jelek, jahat dan sebutan sejenis lainnya kecuali yang baik; sedangkan
bangsa Indonesia sebagai korban penjajahan dianggap bangsa yang baik plus semua
sebutan yang sejenis kecuali yang jelek.
Pola pikir “hitam putih” tersebut
sebenarnya sudah kadaluwarsa, karena UUD 1945 tidak bermaksud membangkitkan
dendam sejarah di hati generasi-generasi pasca 1945 untuk tetap memusuhi
penjajah. Di eramodern ini, ternyata penjajahan yang lebih
berbahaya bila dilakukan oleh bangsa sendiri. Ada sebagian warga masyarakat
berpura-pura mencintai negara dan bangsanya, tapi di baliknya terdapat niat
untuk menghacurkan dan memusuhinya. Teroris, Islamic State of
Iraq-Suriah (ISIS) dan korupsi, adalah sejumlah contohnya.
Caci makiterhadap penjajah tidak perlu
berlarut-larut. UUD 1945 justru membebani kita dengan tugas untuk
mempertanggungjawabkan kemerdekaan antara lain mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial itulah, negara
kita tidak berjuang sendirian. Mau tidak mau negara lain pun ikut menjadi
mitra, termasuk negara-negara yang pernah mendapat predikat sebagai penjajah
bangsa Indonesia. Entah sebagai mitra dagang atau sebagai pemasok modal, namun
yang jelas di era globalisasi ini bukan saatnya lagi menganggap negara-negara
yang pernah menjajah bangsa kitasebagai musuh, melainkan sebagai mitra juang
dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dalam usia kemerdekaan 69 tahun, bangsa
Indonesia telah melalui banyak liku-liku pengalaman. Dari sejumlah pengalaman
ada yang menyebabkan bangsa kita bergembira dan bergairah, namun tak sedikit
pula ditemui hal-hal yang membuat kita cemas dan mengelus dada.
Setelah Seokarno-Hatta memproklamirkan
kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, katakompeni, kerja rodi dan romusha
tinggal kenangan. Arti kemerdekaan pada rezim Soekarno adalah kebebasan dari
penjajahan bangsa asing, menghilangkan pengaruh budaya asing, dan berupaya
berdiri di atas kaki sendiri. Namun Soekarno terjebak dalam rangkulan
komunisme, yang merupakan budaya asing.
Pada rezim Soeharto, bangsa Indonesia juga
dinilai belum merdeka sepenuhnya, misalnya sebelum pilpres dilaksanakan,
pemenangnya sudah diketahui dan berlangsung selama Seoharto berkuasa. Juga
dinilai represif; para pengeritik ada yang berakhir dibui dan yang lainnya
hilang tanpa bunyi.
Di era reformasi, sejak presiden BJ.
Habibie sampai SBY, kemerdekaan dimaknai sebebas-bebasnya. Kemerdekaan
berpendapat ada kalanya dilakukan tanpa etika, tanpa batas dan tanpa aturan.
Sistem di era reformasi yangbegitu bebas membuat kemerdekaan sebagai suatu
konsensus yang sama-sama harus dihargai oleh seluruh anak bangsa Indonesia
sebagai pagar atau batasan tidak dihargai.
Pendekatan yang berbeda membuat arti
kemerdekaan pada setiap rezim atau orde juga berbeda. Pada masa orde lama,
acuannya adalah politik. Pada masa orde baru, acuannya adalah pertumbuhan
ekonomi. Padaorde reformasi, acuannya adalah penegakkan hukum.
Mengapa bisa berbeda-beda? Karena setelah
proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, masih ada yangmemaknai kemerdekaan
adalah berjuang secara fisik seperti melakukan tindakan radikalisme dan teror.
Di era yang kian tidak tertib sosial ini, arti kemerdekaan adalah perjuangan
menghadapi permasalahan sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, kesenjangan
sosial, potensi konflik SARA di sejumlah daerah, bencana alam (banjir,
kekeringan, gempa bumi, tsunami, gunung meletus), ketidakadilan sosial, dan
masalah-masalah lainnya.
Di dalam membangun, kita tidak luput dari
berbagai tantangan dan masalah. Dalam keadaan demikian, kita dituntut untuk
berpikir matang dan bijaksana, dan belajar dari masa lampau; belajar dari
keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dan kegagalan-kegagalan yang pernah
dialami. Selain itu, kita dituntut secara arif melihat arah dan kemungkinan
masa depan yang penuh dengan berbagai tantangan dan masalahnya.
Dalam menghadapi dinamika dan perkembangan
dunia, kita harus terus bekerja keras dan berusaha agar kemajuan dan
perkembangan dunia tidak memberi dampak negatif, tetapi memberi manfaat yang
besar bagi bangsa Indonesia. Bila terdapat dampak negatif sepertiISIS, teroris,
dan radikalisme, kita harus berjuang agar penyakit sosial yang bertentangan
dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan tersebut dihapuskan, sehingga
tercipta ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.
Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa dengan
proklamasi kemerdekaan, bangsa kita telah memasuki pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur. Pembukaan UUD 1945 yang penuh keagungan itu
ternyata tidak lupa mencatat bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia telah
mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan.
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
tidak dapat dipisahkan dari Pancasila dan UUD 1945. Mengapa? Karena yang
dilahirkan oleh proklamasi kemerdekaan adalah NKRI yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945. Kemajuan pembangunan yang bangsa Indonesia dambakan dalam alam
kemerdekaan tidak lain adalah masyarakat cerdas, maju dan sejahtera yang
berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam
rangka memperingati HUT proklamasi kemerdekaan ke-69 tahun 2014 ini, marilah
kita merenungkan dan bertanya pada diri sendiri dan pada hati nurani kita
masing-masing. Apakah yang telah kita perbuat untuk kebaikan masyarakat, bangsa
dan negara yang telah merdeka ini? Apakah kita telah memperkuat
persatuan ataukah keberadaan kita menimbulkan keretakan? Apakah kita membangun
kerukunan ataukah kita menebar kebencian? Apakah kita mendorong kemajuan
ataukah kita mendesak kemunduran? Apakah kita memberi lebih banyak kepada negara
ataukah kita mengambilnya dari negara? sumber:kompasiana SAB
ACP Merk MACO
MACO ACP – Merupakan produk Aluminum Composite Panel yang diproduksi di indonesia sejak tahun 2012. Dengan kata lain, MACO adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Aluminum Composite Panel saat ini sudah menjadi solusi yang dipilih banyak orang untuk finishing bagian fasad (tampak luar) bangunan menggantikan tembok plesteran dan kaca. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki antara lain low-cost-maintenance, tampak depan yang lebih trendy, pilihan warna yang sangat beragam dan kemudahan untuk pemasangan telah membuat Aluminum Composite Panel mudah diterima oleh kalangan praktisi di bidang pembangunan.
Aluminium Composite Composite Panel (ACP) dengan brand MACO yang dilapisi PVDF terdiri atas dua lembaran aluminium berkualitas tinggi dan inti panel yang diisi dengan material polietilen termoplastik (polietilen tahan api) diproses dalam tekanan dan suhu tinggi secara terus – menerus. Sisi depan aluminium dilapisi dengan cat PVDF Kynar 500, untuk finishing produk composite panel yang kuat dan tahan lama.
Maco adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Pabrik yang memproduksi Maco terletak di tigaraksa tangerang.
Maco diproduksi di pabrik seluas 26.000 m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
MACO ACP telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen kualitas dan ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, sehingga konsumen tidak perlu ragu mengenai kualitas produk kami. MACO ACP juga telah diuji coba dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementrian perindustrian dan SGS.
KEUNGGULAN
Keunggulan Aluminium Composite Panel :
√ Permukaan yang cukup rata dan halus.
√ Mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap cuaca dan iklim.
√ Bahan yang bagus untuk dekoratif baik eksterior maupun interior.
√ Mudah diaplikasikan dalam berbagai desain konsep modern.
√ Tersedia dalam berbagai macam warna dan pola.
√ Bahan composite mudah dibentuk, dilipat, dibor dan dan dilengkung dengan menggunakan peralatan konvensional ataupun peralatan sederhana lainnya.
√ Bahan inti yang terbuat dari bahan polyethylene sehingga lembaran tahan bakar.
√ Lapisan permukaaan aluminium yang dilapisi dengan polyester akan menambah daya tahan, stabilitas dan tahan terhadap iklim dan korosi.
Keunggulan Maco® Aluminium Composite Panel :
√ Produksi yg mencapai 2.600.000 m2 per tahun atau 3.000 s/d 4.000 m2 per hari.
√ Dapat memproduksi panel dengan ukuran special atau dengan modul yg di inginkan.
√ Kualitas bahan baku yg terjamin dan memenuhi standart internasional.
√ Garansi warna sampai dengan 15 tahun
√ Waktu pengiriman yg lebih cepat, karena pabrik yg terletak di Indonesia.
√ Harga yg sangat kompetitif.
√ Banyak pilihan warna dan dapat memenuhi permintaan warna custom.
MACO ACP diproduksi di pabrik seluas 26.000
m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan
telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
Berikut
spesifikasi Aluminium Composite Panel Maco :
MACO ® PVDF 0.3
• Dimensi
:
o 1.2m x
2.4m (Standart)
o 1.2m x
4.8m (Jumbo)
• Tebal
Total : 4mm
• Tebal
Coating : 0.3mm
• Jenis
Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)
|
MACO ® PVDF 0.5
• Dimensi
:
o 1.2m x
2.4m (Standart)
o 1.2m x
4.8m (Jumbo)
• Tebal
Total : 4mm
• Tebal
Coating : 0.5mm
• Jenis
Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)
|
Aluminium Composite Panel ACP dapat diaplikasikan pada exterior bangunan/ gedung. Dengan keberagaman warna-warni yang dimilikinya, Aluminium Composite Panel sanggup memberikan nilai tambah pada bangunan atau gedung yang menggunakan Aluminium Composite Panel ini.
**SAB**
Selasa, 29 Juli 2014
Esensi Idul fitri
Fajar 1 Syawal 1435 H / 2014 M sebentar lagi akan tiba.
Bersama-sama dengan ummat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia
dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara
takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.
Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul
Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya
merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau
sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang
kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.
Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah
kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang
artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”
Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan
atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk
mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat
tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang
tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita
lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan
maha kuasa.
ESENSI MAKNA IDUL FITRI
Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari
pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan
tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang
bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali
sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.
Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat
mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAW yang artinya
: ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat)
pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya." Dalam
Riwayat lain: "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR
Bukhari).
Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian diatas
adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh
karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitria dalah
makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya
Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.
Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala
dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata
fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang
berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena
mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan
didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat
disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan
suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam
kesucian (fitrah).
Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini
berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam
yang benar. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di
Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi
yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang
Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.”
Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan
istilah Lebaran. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar
artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa.
Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah
SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah
puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya
wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti
pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.
Adapun terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat,
dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan,
bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang
berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke
mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari
pusatnya yaitu Allah SWT.
Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan
kembali kepada Allah. Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan
kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan
setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan
simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata
jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau
cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan
pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.
Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat
adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Dengan demikian ketupat ini
hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah
mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna
putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia
yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa.
Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani
dan rohani.
Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif
seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang
bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan
formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari
rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat
kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas
dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat
sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan
email.
Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda
Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat
tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi & Ibnu Majah) .
Kini kita dengan rasa suka cita dan senang karena kita
menyambut hari kemenagan disamping itu kita juga bercampur sedih, dan dengan
linangan air mata bahagia kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah,
maghfiroh dan Rahmat Allah SWT. Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan
fadhilah yang kita dapatkan. Kini bulan Ramadhan telah berlalu, tapi satu hal
yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit
dan akhlakiyah puasa Ramadhan, sehingga 1 Syawal harus menjadi Imtidad lanjutan
Ramadhan dengan ibadah serta kesalehan sosial. Sebab Kata Syawal itu sendiri
artinya peningkatan. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam
perjalanan hidup kita.
HIKMAH IDUL FITRI
Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki
sikap yaitu Pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia
tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita
memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata
yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap
berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada
perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik
orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat
makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.
Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang
dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk
orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan
berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah
berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah
selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada
fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.
Seorang muslim yang
kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid [hamba Allah] yang bertakwa, ia
juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya.
Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya
setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan
tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan
seterusnya.
Namun bila ketiga ciri fitrah tersebut tidak tampak pada
diri seorang muslim mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, maka berarti
latihan dan pendidikan puasa Ramadhan yang telah dilakukannya selama sebulan
tidak berhasil, karena ia tidak mampu kembali kepada fitrahnya. Semoga dengan
kembalinya semua warga masyarakat muslim di negeri ini kepada Fitrahnya,
cita-cita Negara kita menjadi Negara yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Loh
Jinawi, Gemah merenah tur tuma’ninah dibawah ridha Allah SWT atau dengan
istilah agama Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghoffur.
Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari
kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci,
rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan
apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih
sayang&rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri
serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan.
Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang
mungkin banyak terdapat kotoran&noda seraya mengucapkan Minal Aidin
Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT, selalu memberikan
pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul
Fitri tahun 2014 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena
kita baru saja telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Walaupun
kemarin beda pilihan itulah seninya berdemokrasi, mari merajut kembali dan
maksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang
pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita
yang telah suci. Sumber : MuslimMediaNews
"Selamat Idul Fitri 1435H , Mohon Maaf Lahir Bathin , Taqqaballahu Minna Wa Minkum..."
Langganan:
Komentar (Atom)


.jpg)
