Sabtu, 04 Oktober 2014

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Segenap keluarga besar Signboard Advertising Bandung (SAB Group ) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435H . 

"Maka tatkala anak itu ( Nabi Ismail A.S) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalm mimpi bahwa aku menyembelihmu", maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlan apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS-As Saffat 102)

Semoga kita dapat mencontoh pengorbanan yang sempurna seperti Nabi Ibrahim A.S. demi mengharapkan keridhoan Allah SWT, diberi ketaatan & kesabaran seperti Nabi Ismail A.S, diberi keikhlasan seperti Siti  Hajarserta diberi keridhoan dari junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W 


Wassalamu'alaikum Wr. Wb 

Rabu, 24 September 2014

Ridwan Kamil Ingin Refleksi

Memasuki hari jadi ke-204, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki berbagai harapan tersendiri. Dia mengatakan yang terpenting dari hari jadi tersebut adalah merefleksi sudah menjadi apa kota kreatif tersebut?

Menurutnya, ada renungan secara ilmiah dan religi yang dilakukan untuk melihat pencapaian dan progres yang terjadi di Kota Bandung.
"Tidak hanya itu, tentunya juga harus ada perayaan bagi warga Kota Bandung, sehingga ada semangat perayaan akan adanya perubahan selama satu tahun ke belakang," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, perayaan hari jadi Kota Bandung akan diisi beragam seperti car free night, acara musik, kuliner, beberapa anugera, istighasah di Gasibu, dan pesta kembang api di Monumen Perjuangan, pada Sabtu, (27/9/2014).
Tidak hanya itu, rencananya pada tanggal 2 Oktober nanti juga akan ada turnamen Persib melawan Malaysia sebagai bagian perayaan Ultah Kota Bandung.

"Puncaknya pada 18 Oktober nanti ada karnaval sepeda atau kendaraan hias keliling Kota Bandung." Sumber:bandung.bisnis

Jumat, 29 Agustus 2014

Google Uji Coba Drone untuk Pengiriman Barang

Perusahaan internet raksasa, Google, kembali merilis inovasi teknologinya. Google memperkenalkan drone atau kendaraan tanpa awak yang diproyeksikan mengirimkan barang melalui udara. 

Perusahaan internet itu tampaknya siap menantang layanan pengiriman barang melalui drone yang sebelumnya sudah diumumkan Amazon beberapa waktu lalu. 

Melansir Mashable, Jumat 29 Agustus 2014, perusahaan mesin pencari itu mengungkapkan tengah mengembangkan sistem pengiriman dengan drone dan diujicoba di area terpencil Australia. Proyek yang dinamakan Project Wing 

Nicholas Ray, pendiri Project Wing mengungkapkan proyek itu sudah dijalankan selama dua tahun secara rahasia di Google X, divisi Google yang khusus untuk pengembangan teknologi terbaru. 

"Proyek ini dihasilkan dalam sistem handal yang dapat mengirimkan secara otonom," ujar dia. 

Dalam video presentasi, Google mengatakan perusahaan telah mengembangkan sistem pengiriman yang menggunakan kendaraan terbang secara mandiri. Google juga mengatakan ujicoba drone telah sukses mengirimkan sebuah barang ke sebuah rumah.

"Kami baru saja mengembangkan teknologi ini untuk memungkinkan sistem pengiriman yang aman, tapi kami berpikir ada potensi dahsyat untuk mengirimkan barang secara lebih cepat, aman dan efektif," tulis Google dalam video youTube. 

Manfaat drone pengiriman itu dirasakan langsung oleh Neil Parfitt, petani dekat Warwick, Queensland. Dalam uji coba, Parfitt menerima kiriman cokelat Cherry Ripe dari drone Google tersebut. Ia mengakui pengiriman itu sangat efektif, sebab biasanya, untuk membeli cokelat ia mengaku harus menuju ke kota yang berjarak 10 km. 

Tak hanya dia yang mendapatkan kiriman dari drone, anjing kesayangannya juga mendapatkan bingkisan makanan, yang dikirim oleh Roy dari kawasan yang tak jauh dari rumah Parfitt.

Dalam video itu drone terbang mengambil cara antara pesawat terbang dan helikopter. Drone lepas landas secara vertikal dan kemudian setelah di udara, terbang secara vertikal mencari lokasi tujuan pengiriman. 

Begitu menemukan titik pengiriman, drone akan mengeluarkan tali derek untuk menurunkan paket ke tanah. Pada ujung tambaran tali itu, terdapat komponen elektronik yang disebut 'telur'. Perangkat ini berfungsi mendeteksi paket telah menyentuh tanah. Begitu dipastikan menyentuh tanah, 'telur' itu akan melepaskan diri paket dan ditarik kembali ke dalam drone. Lihat di sini   

Tak mudah untuk menjalankan uji coba itu, tim Google disebutkan melangsungkan lebih dari 30 uji coba penerbangan mandiri di Australia. Belum lagi soal lokasi yang dihadapi berbukit dan memastikan sistem pengiriman itu terkendali di luar laboratorium.

Setelah sukses dalam pengujian itu, Google bakal mengembangkan lagi sistem pengiriman itu. 

"Tahap berikutnya yaitu mengambil momentum dan antusiasme yang kami bangun secara internal. Kami juga ingin mendorong ke arah yang memungkinkan mimpi memberikan barang lebih cepat dengan tepat dan aman," kata Dave Vos, yang memimpin Project Wing.



Seperti yang dilansir vivanews (29/8/2014) dalam laman beritanya, Keseriusan Google ini bakal menambah ramai potensi pengiriman barang dengan drone. Sebab sejak mengumumkan pengiriman barang dengan drone yang dinamai Octocoptors pada Desember 2013 lalu, sejauh ini Amazon belum mengaplikasikan sistem ini secara luas. Drone Amazon itu masih harus menghadapi serangkaian perizinan orotitas penerbangansetempat.

Jumat, 15 Agustus 2014

Logo dan Tema Peringatan HUT RI ke-69 , Arti Kemerdekaan dan Tanggung Jawab

Berikut ini adalah logo resmi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69, tanggal 17 Agustus 2014.

Adapun tema peringatan HUT RI ke 69 adalah "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera"
sumber:bandung.go.id


ARTI KEMERDEKAAN DAN TANGGUNG JAWAB 
Dalam bidang apa pun untuk menggapai sesuatu butuh pengorbanan dan perjuangan, baik dalam skala besar maupun kecil. Hal seperti ini telah dialami dan dirasakan oleh bangsa Indonesia ketika berjuang untuk merebut kemerdekaan. Ada yang gugur muda. Sebagian bernama, yang lainnya gugur dan tak dikenal, adalah bukti kegigihan para pahlawan yang gugur sebagai kusuma bangsa.
Mereka berjuang tanpa pamrih demi kepentingan bersama. Kiat, strategi dan berbagai cara dilakukan untuk mencapai satu sasaran akhir, yaitu Indonesia merdeka. TKR/ABRI berjuang dengan senjata; para politikus berjuang melalui jalur diplomasi; rakyat bergerilya dengan bambu runcing; para ilmuwan berjuang melalui karya-karya ilmiah;budayawan dan seniman pun tak tinggal diam, mereka berjuang melalui karya seni budaya. Mengapa kemerdekaan harus diperjuangkan dan apa sesungguhnya kemerdekaan itu?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kemerdekaan adalah keadaan atau hal berdiri sendiri, yaitu bebas atau lepas; tidak terjajah lagi atau tidak diperintah oleh negara lain. Kemerdekaan bukan sekedar mengusir kaum penjajah untuk meninggalkan tanah air atau beralihnya penguasa dan kekuasaan dari bangsa penjajah ke bangsa Indonesia, namun kemerdekaan dimaknai juga sebagai upaya merebut merebut kembali tanggung jawab untuk melakukan pemerintahan sendiri, memajukan dan mengsejahterakan bangsa Indonesia.
Kemerdekaan menuntut seluruh anak bangsa Indonesia untuk bekerja secara sungguh-sungguh; memiliki tanggung jawab bernegara dan berdisiplin nasional. Tanpa tanggung jawab bernegara, kemerdekaan yang kini berusia 69 tahun tidak banyak berarti. Tanpa disiplin nasional, kemerdekaan akan kebablasan dan melahirkan anarki.
Bila kita renungkan sejarah pertumbuhan bangsa Indonesia selama kurung waktu 69 tahun, ternyata proklamasi 17 Agustus 1945 bukan hanya sekedar pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka, tetapi juga bermakna dan berisi suatu cita-cita yang harus kita wujudkan bersama untuk menjadi kenyataan.
Sebagai cita-cita, proklamasi 17 Agustus 1945 mengamanatkan kepada kita suatu tugas sejarah yang berat, yakni kita harus mengisi kemerdekaan dengan usaha-usaha pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Pancasila; masyarakat adil dan makmur, baikdalam bidang fisik kebendaan maupun dalam bidang mental kerohanian.
Kegigihan para pejuang bangsa Indonesia yang telah mengerahkan sebahagian kebebasan yang dimilikinya untuk memperjuangkan kemerdekaan 1945 adalah kelanjutan, peningkatan dan pembaharuan dari para pahlawan nasional sebelumnya seperti Diponegoro, Sam Ratulangi, Robert Wolter Mongisidi, Hasanuddin, Pattimura, dan sejumlah pahlawan nasional lainnya.
Perjuangan para patriot bangsa dalam rentang waktu yang panjang mencapai puncaknya pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Selama 20 tahun setelah kemerdekaan, yaitu sejak tahun 1945 sampai 1965, bangsa Indonesia berjuang mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dari segala rongrongan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Dari tahun 1945 hingga pengakuan kedaulatan menjelang akhir tahun 1950, bangsa Indonesia berjuang dalam perang kemerdekaan. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang berat dalam waktu yang relatif lama, bangsa Indonesia berhasil membulatkan seluruh wilayah NKRI, yaitu merebut kembali Irian Jaya (kini Papua) pada tahun 1962, yang semula masih berada dalam kekuasaan Belanda.
Sejak pengakuan kedaulatan pada 17 Agustus1945 dan tahun-tahun sesudahnya, bangsa Indonesia berjuang melawan bahaya federalisme, separatisme, kesukuan, kedaerahan, ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Kadang ancaman dan bahaya tersebut bercampur dengan kekuatan asing. Semua itu bangsa Indonesia rasakan sebagai bagian dari perkembangan dan pertumbuhan ke arah kematangan, kedewasaan dan sebagai pelajaran yang sangat berharga.
Sejarah mencatat, bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan telah membayar dengan harga yang sangat mahal. Kemerdekaan tidak diperjuangkan dalam cahaya yang terang benderang, tapi di tengah deru mesin, letusan senapan dan dentuman meriam yang telah menggugurkan sejumlah kesatria dan telah menyebabkan sejumlah anak kehilangan ayah dan ibu.
Kendatipun bangsa Indonesia telah berhasil memperjuangkan kemerdekaan, namun kita tidak boleh meninggalkan kewaspadaan. Kita harus tetap mawas diri dan mengkosolidasikan diri, baik di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (hankam).
Tanggal 17 Agustus 1945 bagi bangsa Indonesia adalah tanggal yang penuh sejarah. Setiap tahun, baik di desa maupun di kota, selalu dirayakan dengan upacara dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang kemeriahannya melebihi perayaan hari nasional lainnya.Selain meriah, tanggal 17 Agustusjuga disebut dengan beraneka ragam nama seperti peringatan hari kemerdekaan, perayaan hari lahir bangsa Indonesia, peringatan proklamasi kemerdekaan, hari pembebasan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, dan sejumlah sebutan lainnya.
Betapa pun bervariasinya sebutan peristiwa pada 17 Agustus1945, namun yang jelas tanggal17 Agustus2014 ini seperti juga tahun-tahun sebelumnya, yaitu tanggal yang tidak terlewatkan tanpa kesan.Di sana-sini, di sudut kota atau desa pasti ada gebyar yang penuh pesona dan daya pikat untuk menyemarakannya.
Bila kita kembali mengingat dan merenungkan jasa para pahlawan kemerdekaan, suasana pada tanggal 17 Agustus sangat mengharukan hati setiap warga bangsa Indonesia yang telah dijajah selama 350 tahun oleh bangsa Belanda dan 3,5 tahun oleh bangsa Jepang.
Sejarah mencatat, kepribadian bangsa Indonesia dibangun sejak imperium Majapahit dan Sriwijaya, dan “didewasakan” oleh penjajah Belanda selama 350 tahun. Semua itu dalam usia kemerdekaan bangsa Indonesia yang kini telah mencapai 69 tahunmemiliki pengaruh dari segi budaya dan kultur. Beberapa generasi telah melewatinya dengan suka dan duka, dan yang lainnya telah merasakan langsung pahit getirnya cengkraman bangsa penjajah.
Seluruh strata masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama mengisi kemerdekaan sesuai dengan beban tugas dan potensi masing-masing. Tanggung jawab siswa misalnya mengisi kemerdekaan dengan giat belajar, tidak terlibat atau melibatkan diri dalam tindak kriminal seperti panah wayer, miras dan tawuran antarkampung, tapi saling bahu membahu membuat apa yang belum baik menjadi baik dan apa yang sudah baik menjadi lebih baik.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena pada tanggal 17 Agustus tahun 2014 ini kita dapat memperingati kemerdekaan RI yang ke-69. Usia kemerdekaan yang melebihi setengah abad ini dicapai karena komitmen dan tekad bersama untuk terus maju mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.
Upaya mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan di masa yang akan datang adalah tanggung jawab semua; bukan semata-mata masalah generasi yang akan datang atau masalah generasi sesudahnya, tetapi merupakan masalah bangsa Indonesia saat ini.
Dalam upaya mengisi kemerdekaan, kita harus memperhatikan dan memperhitungkan dampak yang akan dialami di masa mendatang. Generasi muda misalnya dalam mengisi kemerdekaan hendaknya dapat membebaskan diri dari penyalahgunaan obat terlarang seperti ectasy, narkoba, miras, dan jenis obat-obatan berbahaya lainnya, yang berakibat fatal bagi kesehatan fisik dan mental.
Gangguan fisik dan mental yang telah diracuniobat-obatan terlarang tersebutdapat mengakibatkan merosotnya moral seseorang, dan berdampak negatif terhadap agama sebagai moral iman, terhadap Pancasila sebagai moral bangsa, dan terhadap UUD 1945 sebagai moral hukum.
Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, adalah salah satu tujuan kemerdekaan republik Indonesia. Tujuan lainnya sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945dalam kalimat yang tersusun secara puitis, indah dan serasi, yang menyatakan bahwa penjajahan tidak sesuai dengan peri kehidupan dan peri keadilan. Makna ungkapan ini adalah mengalihtugaskan dan mengikat kita kepada tugas dan tanggung jawab untuk membangun dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa dalam alam kemerdekaan, bangsa kita mengembang tugas luhur, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kalimat ini mengandung arti bahwa perjuangan bangsa Indonesia bukan hanya mencakup cita-cita mengenai masyarakat, bangsa dan negara Indonesia semata, melainkan juga mengenai masyarakat dunia pada umumnya.
Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa bentuk-bentuk menguasai dan menindas pernah dialami dan dirasakan oleh bangsa Indonesia selama 350 dibelenggu oleh bangsa Belanda. Bangsa Indonesia dianggap bodoh dan diperbodoh, dikuras, dieksploitasi bahkan diadu domba. Tetapi berkat anugerah dan rahmat Tuhan yang menyertai perjuangan gigih para tokoh pergerakan bangsa dan bantuan sepenuhnya dari seluruh rakyat membuat bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat memproklamasikan kemerdekaannya.
Bila fakta sejarah digali lebih jauh akan nampak bahwa lahirnya negara kesatuan republik Indonesia ditandai dengan pencurahan perhatian pada segi yuridisnya. Akanterasa ganjil jika ada sebuah negara yang berdiri, namun belum memiliki hukum secara tertulis. Sejumlah tokoh pada saat itu bekerja ekstra keras untuk melahirkan sebuah produk hukum yang sekarang dikenal dengan nama UUD 1945, yang telah 4 (empat) kali diamandemen.
Masalah penjajahandi dalam mukadimah UUD 1945 menjadi hal pertama dibicarakan. Karena penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Penilaian terhadap penjajahan sudah sedemikian “hitam” sehingga harus dicantumkan oleh para the founding father di dalam pembukaan UUD 1945 dengan pernyataan yang cukup “keras.”
Derita yang dialami bangsa Indonesia akibat penjajahan melahirkan corak penilaian yang kasar bahwa bangsa penjajah adalah jelek, jahat dan sebutan sejenis lainnya kecuali yang baik; sedangkan bangsa Indonesia sebagai korban penjajahan dianggap bangsa yang baik plus semua sebutan yang sejenis kecuali yang jelek.
Pola pikir “hitam putih” tersebut sebenarnya sudah kadaluwarsa, karena UUD 1945 tidak bermaksud membangkitkan dendam sejarah di hati generasi-generasi pasca 1945 untuk tetap memusuhi penjajah. Di eramodern ini, ternyata penjajahan yang lebih berbahaya bila dilakukan oleh bangsa sendiri. Ada sebagian warga masyarakat berpura-pura mencintai negara dan bangsanya, tapi di baliknya terdapat niat untuk menghacurkan dan memusuhinya. Teroris, Islamic State of Iraq-Suriah (ISIS) dan korupsi, adalah sejumlah contohnya.
Caci makiterhadap penjajah tidak perlu berlarut-larut. UUD 1945 justru membebani kita dengan tugas untuk mempertanggungjawabkan kemerdekaan antara lain mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam rangka mewujudkan keadilan sosial itulah, negara kita tidak berjuang sendirian. Mau tidak mau negara lain pun ikut menjadi mitra, termasuk negara-negara yang pernah mendapat predikat sebagai penjajah bangsa Indonesia. Entah sebagai mitra dagang atau sebagai pemasok modal, namun yang jelas di era globalisasi ini bukan saatnya lagi menganggap negara-negara yang pernah menjajah bangsa kitasebagai musuh, melainkan sebagai mitra juang dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.
Dalam usia kemerdekaan 69 tahun, bangsa Indonesia telah melalui banyak liku-liku pengalaman. Dari sejumlah pengalaman ada yang menyebabkan bangsa kita bergembira dan bergairah, namun tak sedikit pula ditemui hal-hal yang membuat kita cemas dan mengelus dada.
Setelah Seokarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, katakompeni, kerja rodi dan romusha tinggal kenangan. Arti kemerdekaan pada rezim Soekarno adalah kebebasan dari penjajahan bangsa asing, menghilangkan pengaruh budaya asing, dan berupaya berdiri di atas kaki sendiri. Namun Soekarno terjebak dalam rangkulan komunisme, yang merupakan budaya asing.
Pada rezim Soeharto, bangsa Indonesia juga dinilai belum merdeka sepenuhnya, misalnya sebelum pilpres dilaksanakan, pemenangnya sudah diketahui dan berlangsung selama Seoharto berkuasa. Juga dinilai represif; para pengeritik ada yang berakhir dibui dan yang lainnya hilang tanpa bunyi.
Di era reformasi, sejak presiden BJ. Habibie sampai SBY, kemerdekaan dimaknai sebebas-bebasnya. Kemerdekaan berpendapat ada kalanya dilakukan tanpa etika, tanpa batas dan tanpa aturan. Sistem di era reformasi yangbegitu bebas membuat kemerdekaan sebagai suatu konsensus yang sama-sama harus dihargai oleh seluruh anak bangsa Indonesia sebagai pagar atau batasan tidak dihargai.
Pendekatan yang berbeda membuat arti kemerdekaan pada setiap rezim atau orde juga berbeda. Pada masa orde lama, acuannya adalah politik. Pada masa orde baru, acuannya adalah pertumbuhan ekonomi. Padaorde reformasi, acuannya adalah penegakkan hukum.
Mengapa bisa berbeda-beda? Karena setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, masih ada yangmemaknai kemerdekaan adalah berjuang secara fisik seperti melakukan tindakan radikalisme dan teror. Di era yang kian tidak tertib sosial ini, arti kemerdekaan adalah perjuangan menghadapi permasalahan sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, kesenjangan sosial, potensi konflik SARA di sejumlah daerah, bencana alam (banjir, kekeringan, gempa bumi, tsunami, gunung meletus), ketidakadilan sosial, dan masalah-masalah lainnya.
Di dalam membangun, kita tidak luput dari berbagai tantangan dan masalah. Dalam keadaan demikian, kita dituntut untuk berpikir matang dan bijaksana, dan belajar dari masa lampau; belajar dari keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dan kegagalan-kegagalan yang pernah dialami. Selain itu, kita dituntut secara arif melihat arah dan kemungkinan masa depan yang penuh dengan berbagai tantangan dan masalahnya.
Dalam menghadapi dinamika dan perkembangan dunia, kita harus terus bekerja keras dan berusaha agar kemajuan dan perkembangan dunia tidak memberi dampak negatif, tetapi memberi manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia. Bila terdapat dampak negatif sepertiISIS, teroris, dan radikalisme, kita harus berjuang agar penyakit sosial yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan tersebut dihapuskan, sehingga tercipta ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa dengan proklamasi kemerdekaan, bangsa kita telah memasuki pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pembukaan UUD 1945 yang penuh keagungan itu ternyata tidak lupa mencatat bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia telah mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan.
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak dapat dipisahkan dari Pancasila dan UUD 1945. Mengapa? Karena yang dilahirkan oleh proklamasi kemerdekaan adalah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kemajuan pembangunan yang bangsa Indonesia dambakan dalam alam kemerdekaan tidak lain adalah masyarakat cerdas, maju dan sejahtera yang berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam rangka memperingati HUT proklamasi kemerdekaan ke-69 tahun 2014 ini, marilah kita merenungkan dan bertanya pada diri sendiri dan pada hati nurani kita masing-masing. Apakah yang telah kita perbuat untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara yang telah merdeka ini? Apakah kita telah memperkuat persatuan ataukah keberadaan kita menimbulkan keretakan? Apakah kita membangun kerukunan ataukah kita menebar kebencian? Apakah kita mendorong kemajuan ataukah kita mendesak kemunduran? Apakah kita memberi lebih banyak kepada negara ataukah kita mengambilnya dari negara? sumber:kompasiana  SAB

ACP Merk MACO



MACO ACP – Merupakan produk Aluminum Composite Panel yang diproduksi di indonesia sejak tahun 2012. Dengan kata lain, MACO adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Aluminum Composite Panel saat ini sudah menjadi solusi yang dipilih banyak orang untuk finishing bagian fasad (tampak luar) bangunan menggantikan tembok plesteran dan kaca. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki antara lain low-cost-maintenance, tampak depan yang lebih trendy, pilihan warna yang sangat beragam dan kemudahan untuk pemasangan telah membuat Aluminum Composite Panel mudah diterima oleh kalangan praktisi di bidang pembangunan.
Aluminium Composite Composite Panel (ACP) dengan brand MACO yang dilapisi PVDF terdiri atas dua lembaran aluminium berkualitas tinggi dan inti panel yang diisi dengan material polietilen termoplastik (polietilen tahan api) diproses dalam tekanan dan suhu tinggi secara terus – menerus. Sisi depan aluminium dilapisi dengan cat PVDF Kynar 500, untuk finishing produk composite panel yang kuat dan tahan lama.
Maco adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Pabrik yang memproduksi Maco terletak di tigaraksa tangerang.
Maco diproduksi di pabrik seluas 26.000 m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
MACO ACP telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen kualitas dan ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, sehingga konsumen tidak perlu ragu mengenai kualitas produk kami. MACO ACP juga telah diuji coba dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementrian perindustrian dan SGS.

KEUNGGULAN
Keunggulan Aluminium Composite Panel :
Permukaan yang cukup rata dan halus.
Mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap cuaca dan iklim.
Bahan yang bagus untuk dekoratif baik eksterior maupun interior.
Mudah diaplikasikan dalam berbagai desain konsep modern.
Tersedia dalam berbagai macam warna dan pola.
Bahan composite mudah dibentuk, dilipat, dibor dan dan dilengkung dengan menggunakan peralatan konvensional ataupun peralatan sederhana lainnya.
Bahan inti yang terbuat dari bahan polyethylene sehingga lembaran tahan bakar.
Lapisan permukaaan aluminium yang dilapisi dengan polyester akan menambah daya tahan, stabilitas dan tahan terhadap iklim dan korosi.
Keunggulan Maco® Aluminium Composite Panel :
Produksi yg mencapai 2.600.000 m2 per tahun atau 3.000 s/d 4.000 m2 per hari.
Dapat memproduksi panel dengan ukuran special atau dengan modul yg di inginkan.
Kualitas bahan baku yg terjamin dan memenuhi standart internasional.
Garansi warna sampai dengan 15 tahun
Waktu pengiriman yg lebih cepat, karena pabrik yg terletak di Indonesia.
Harga yg sangat kompetitif.
Banyak pilihan warna dan dapat memenuhi permintaan warna custom.

MACO ACP diproduksi di pabrik seluas 26.000 m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
Berikut spesifikasi Aluminium Composite Panel Maco :
MACO ® PVDF 0.3
• Dimensi :
o 1.2m x 2.4m (Standart)
o 1.2m x 4.8m (Jumbo)
• Tebal Total : 4mm
• Tebal Coating : 0.3mm
• Jenis Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)
MACO ® PVDF 0.5
• Dimensi :
o 1.2m x 2.4m (Standart)
o 1.2m x 4.8m (Jumbo)
• Tebal Total : 4mm
• Tebal Coating : 0.5mm
• Jenis Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)

Aluminium Composite Panel ACP dapat diaplikasikan pada exterior bangunan/ gedung. Dengan keberagaman warna-warni yang dimilikinya, Aluminium Composite Panel sanggup memberikan nilai tambah pada bangunan atau gedung yang menggunakan Aluminium Composite Panel ini.

**SAB**

Selasa, 29 Juli 2014

Esensi Idul fitri


Fajar 1 Syawal 1435 H / 2014 M sebentar lagi akan tiba. Bersama-sama dengan ummat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.

Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.

ESENSI MAKNA IDUL FITRI

Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAW yang artinya : ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya." Dalam Riwayat lain: "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian diatas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitria dalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.”

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan istilah Lebaran. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.

Adapun terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat, dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT.

Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah. Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Dengan demikian ketupat ini hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa. Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan email.

Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah.  (HR.Daud,Tirmidzi & Ibnu Majah) .

Kini kita dengan rasa suka cita dan senang karena kita menyambut hari kemenagan disamping itu kita juga bercampur sedih, dan dengan linangan air mata bahagia kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfiroh dan Rahmat Allah SWT. Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang kita dapatkan. Kini bulan Ramadhan telah berlalu, tapi satu hal yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit dan akhlakiyah puasa Ramadhan, sehingga 1 Syawal harus menjadi Imtidad lanjutan Ramadhan dengan ibadah serta kesalehan sosial. Sebab Kata Syawal itu sendiri artinya peningkatan. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita.

HIKMAH IDUL FITRI
Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu Pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.

Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.

 Seorang muslim yang kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid [hamba Allah] yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya. Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan seterusnya.

Namun bila ketiga ciri fitrah tersebut tidak tampak pada diri seorang muslim mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, maka berarti latihan dan pendidikan puasa Ramadhan yang telah dilakukannya selama sebulan tidak berhasil, karena ia tidak mampu kembali kepada fitrahnya. Semoga dengan kembalinya semua warga masyarakat muslim di negeri ini kepada Fitrahnya, cita-cita Negara kita menjadi Negara yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi, Gemah merenah tur tuma’ninah dibawah ridha Allah SWT atau dengan istilah agama Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghoffur.

Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang&rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan. Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang mungkin banyak terdapat kotoran&noda seraya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT, selalu memberikan pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul Fitri tahun 2014 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena kita baru saja telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Walaupun kemarin beda pilihan itulah seninya berdemokrasi, mari merajut kembali dan maksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci. Sumber : MuslimMediaNews

"Selamat Idul Fitri 1435H , Mohon Maaf Lahir Bathin , Taqqaballahu Minna Wa Minkum..."

Sabtu, 28 Juni 2014

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan


Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.” (Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.) Sumber:dakwatuna

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum {SAB}

Jumat, 30 Mei 2014

7 Contoh Kebaikan Dalam Uang ( Manusia Berkualitas )

Manusia dan uang memiliki hubungan yang luar biasa. Uang itu sendiri sebenarnya tidak ada harganya. Sebagian besar mata uang moderen tidaklah lebih dari sebatas tinta dan kertas. Satu-satunya nilai sesungguhnya dari uang terletak pada kebaikan yang Anda amalkan dengan uang itu.
Perhatikan contoh berikut:

1. Mobil yang diparkir di halaman rumah, sebenarnya hanya memiliki nilai dasar, karena dengan berjalannya waktu, mobil itu akan menjadi rongsok. Namun saat Anda mengendarai mobil itu untuk pulang pergi kerja, mobil itu berperan sebagai kunci penting dalam usaha Anda mencari nafkah untuk keluarga Anda. Saat Anda mengendarai mobil itu untuk mengantar jemput anggota keluarga ke sekolah dan kegiatan rekreasi, maka mobil itu mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kesehatan mental dan fisik keluarga Anda secara keseluruhan. Pada kenyataannya, mobil tidaklah lebih dari sarana transportasi yang bisa mengantarkan Anda dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam hal ini, mobil Dodge keluaran tahun 1998
dengan mobil sedan Lexus keluaran tahun 2013 memiliki fungsi sarana transportasi yang sama. 

2. Rumah kecil sederhana di lingkungan yang aman di mana anak-anak dapat bermain di luar dengan anak-anak tetangga mereka, dapat memberikan sarana tempat tinggal nyaman, yang sama persis - atau bahkan lebih baik dari rumah istana yang besarnya berkali-kali lipat yang terletak di daerah perumahan orang kaya. 

3. Meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan sebagai pelatih untuk tim sepak bola atau sebagai pelatih kegiatan pramuka, mungkin jauh lebih berharga bagi anak- anak Anda dan lingkungan sekitar Anda di bandingkan banyaknya uang yang Anda miliki. 

4. Mengajar anak-anak Anda melalui contoh pribadi dengan meluangkan waktu dan uang untuk tujuan mulia akan memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi mereka dan masyarakat sekitar dibandingkan dengan mengajar anak-anak Anda untuk "maju" secara duniawi. Ajarlah anak-anak agar mereka tahu bahwa uang bukanlah segalanya dalam hidup ini. Uang hanyalah sebuah sarana untuk mencapai suatu tujuan. 

5. Kita tidak butuh banyak uang untuk menyediakan makan malam bagi tetangga yang baru saja menjalani operasi; yang kita butuhkan hanyalah toleransi antara para penduduk dan masyarakat sekitar. 

6. Anda tidak perlu menjadi seorang Bill Gates untuk memiliki dampak pada dunia, tetapi jika Anda mengukur kekayaan dengan angka, Anda akan mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. (Bill Gates telah menyumbang miliaran dolar karna dia telah berjanji untuk menyumbangkan 95 persen dari kekayaannya). 

7. Di dunia ini hampir ada 1 miliar orang yang kelaparan. Anda tidak bisa menolong mereka semuanya sendirian, tetapi jika setiap keluarga di dunia ini berusaha untuk menolong satu orang saja, maka tidak akan ada satupun orang yang kelaparan. 

Anda dapat memilih warisan macam apakah yang ingin Anda tinggalkan di dunia ini. Anda dapat menentukan pribadi macam apa Anda sebenarnya dan bagaimana Anda ingin diingat saat anda meninggalkan kehidupan ini. Anda dapat membantu pasangan Anda dan anak-anak Anda menjadi orang yang akan diingat karena amal kebaikan mereka. Ingatlah, uang hanya berharga jika kita amalkan untuk kebaikan. Peninggalan macam apakah yang ingin Anda wariskan untuk keluarga Anda? Sumber:keluarga.com

Kamis, 30 Januari 2014

Gong Xi Fa Chai 2565

Segenap Karyawan Bandung Reklame ( SAB Group ) , Mengucapkan :
Gong Xi Fa Chai 2565, Selamat Hari Raya Imlek 2014 
Wish You All The Best, Good Healt & Succes Always 

**Signboard Advertising Bandung**



SEKILAS TENTANG IMLEK DI INDONESIA
Bagi orang orang turunan China zaman dahulu di era Orde Baru yang hidup di Indonesia, sepertinya mempunyai kepuasan tersendiri, karena mereka bisa membandingkan kondisi zaman Orde Baru dengan Zaman sekarang Repormasi dikala mendekati Perayaan Hari Raya Imlek (Gong Xi Patcai ).Ramainya pernak pernik Imlek yang di jual seperti lampion, bunga Meihua, Angpao yang dipajang disepanjang pertokoan maupun di mall di kota kota besar terlihat megah.

Tahun 1965-an dimasa Orde Baru hingga di penghujung tahun 1980-an menjelang masuknya zaman repormasi, perayaan Imlek tidak semeriah dan seramai sekarang ini. Dijaman Orde Baru perayaan Imlek hanya di rayakan keluarga turunan China yang ada di Indonesia layaknya seperti terbatas dan setengah tertutup. Perayaan Imlek zaman itu tidak di meriahkan dengan Barongsai , tidak ada kembang api, atau lampion dan hiasan pernak pernik Imlek terpasang dirumah rumah maupun di pertokoan dan mall-mall dikota besar.

Sekololahpun tidak diliburkan, meskipun disekolah itu ada anak anak turunan China yang menuntut Ilmu disekolah itu. Hanya ada kebijakan sekolah khusus bagi siswa yang akan merayakan Imlek mereka di beri izin untuk libur selama tiga hari. Begitu juga dengan perkantoran pemerintah maupun swasta juga tidak mencantumkan hari libur pada saat perayaan Imlek. Termasuk perusahaan perusahaan, juga tidak meliburkan kariyawannya. Hanya memberi izin untuk libur tiga hari bagi kariyawannya yang kebetulan turunan etnis China yang akam merayakan Imlek.

Begitulah suasananya perayaan Imlek di jamannya Orde Baru. Ketatnya peraturan pemerintah yang di terapkan pada zaman itu membuat perayaan Imlek menjadi agak tertutup. Perayaan Imlek dirayakan hanya sebatas di lingkungan keluarga dari rumah kerumah saling datang mendatangi. Kemudian melakukan ritual Imlek di vihara. Setelah itu tiga hari berlalu bagi mereka yang sekolah kembali kebangku sekolah dan bagi mereka yang bekerja di perkantoran dan perusahaan kembali beraktifitas. Sepertinya Imlek di lalui tanpa kesan. Begitulah dari tahun ketahun dimasa Orde Baru.

Sekarang di zaman repormasi, perayaan Tahun Baru imlek di rayakan dengan cukup meriah bagi kalangan etnis China di Indonesia. Perayaan Imlek sekarang dapat di rayakan dimana saja dengan secara bebas. Imlek sekarang tidak lagi membatasi warga turunan China untuk merayakannya. Makanya perayaan Imlek sakarang di isi dengan berbagai acara, mulai dari acara kecil kecilan dipedesaan, sampai acara besar dan meriah di kota kota besar yang ada di Indonesia. Ada artis yang di datangkan dari luar negeri, ada Barongsai keliling yang di arak sepanjang jalanan, ada petasan dan kembang api yang menghiasi udara di malam Imlek. Bahkan Pemerintah menjadikan Tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional.

Sekolah perkantoran dan perusahaan perusahaan, Negeri maupun sewasta, tidak lagi memberikan kebijaksanaan sendiri sendiri bagi siswa, pegawai dan kariyawan untuk libur pada hari Raya Imlek. Tapi melainkan sudah diatur oleh pemerintah dengan menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur Nasional.

Adanya kebebasan yang di berikan oleh Pemerintah bagi ummat yang merayakan Tahun Baru Imlek, tidak lagi menjadi diskriminasi bagi kaum minoritas yang tinggal di Indonesia untuk menjalankan ibadah agamanya. Persamaan hak hak bagi setiap rakyat di negeri ini tidak lagi membelenggu setiap ummat yang minoritas melaksanakan kemeriahan acara acara agamanya. Perayaan Imlek sekarang sudah sama dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri (lebaran) bagi Ummat yang beragama Islam, Natal dan Tahun Baru bagi ummat yang beragama Kristiani.

Kalau menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, ada istilah Mudik (pulang kampung) dan pada saat ini warga etnis turunan China juga melakukan hal yang sama pada saat perayaan Tahun Baru imlek. Mereka sudah tidak takut lagi untuk pulang kampung secara berbondong bondong. Perusahaan transportasi, dan Pemerintah juga sibuk menyiapkan alat transportasi seperti kenderaan umum, bus, kereta api, pesawat udara dan laut juga di siapkan untuk mengantisipiasi lonjakan mudik disaat menjelang datangnya perayaan tahun baru Imlek dan sesudahnya. Pendek kata perayaan Tahun Baru Imlek itu sudah sama kebebasannya dengan perayaan lebaran , Natal dan Tahun Baru.

Yang Tidak berobah :

Walaupun perayaan Tahun Baru Imlek banyak yang berobah dalam merayakannya, namun dalam pelaksanaan ritualnya tetap tidak berobah. Tradisi memberi dan menerima Angpao, kue keranjang (kue bakul) memakai baju baru, sembayang divihara dan kunjung mengunjungi sanak saudara di mana yang muda mengunjungi yang tua, dalam setiap perayaan Imlek dari dahulu dan sampai sekarang tradisi itu tetap tidak berobah, dan sampai kapanpun tradisi ini tetap akan mereka pertahankan.

Menurut teman penulis yang warga turunan etnis China mengatakan, pemberian Angpao, kue keranjang hal ini sudah mentradisi dari leluhur mereka. Baik sewaktu zaman dahulu kala di negeri Tirai Bambu maupun di Indonesia. Tradisi memberi dan menerima ini sebenarnya bukan saja di lakukan oleh ummat Budha yang sedang merayakan Tahun baru Imlek, tapi juga di lakukan oleh ummat agama lain di Indonesia. Seperti ummat Islam ketika merayakan Idul Fitri juga melakukan pemberian uang kepada anak anaknya serta sanak sauadaranya.

Berbicara mengenai Angpao (amplop merah berisi uang) bagi kaum Tiohoa mempunyai makna tersendiri. Angpao berwarna merah pertanda sukacita atau kebahagiaan, sedangkan warna putih melambangkan dukacita. Berbagi Angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek menjadi symbol berbagai berkat dan rasa suka cita kepada orang lain.

Angpao pada zaman dahulu tidak banyak ragam jenisnya, tidak ada gambarnya, walaupun sebenarnya warna dan gambar tidak menjadi masalah, yang penting adalah makna dari symbol berbagi yang ada pada tradisi pemberian Angpao sekalipun bahwa isi Angpao itu tidak tergantung dari besar kecilnya uang yang ada di dalam. Sekarang bentuk Angpao itu beragam warna dan gambar. Mulai dari gambar hewan yang melambangkan Tahun baru Imlek yang di rayakan, sampai kepada lambang percintaan bagi kaula muda. Dan harganya juga berpariasi.

Berbagi Angpao dalam perayaan Imlek bukan hanya kepada anak anak, tapi juga kepada remaja dan orang tua atu yang lebih dituakan. Dan yang uniknya sekalipun anaknya itu sudah berkeluarga, sang orang tua juga memberi Angpao kepada anaknya dan menantunya serta cucu cucunya jika anaknya itu sudah punya anak. Karena dalam tradisi leluhur warga turunan China pemberian Angpao tersebut sebagai bekal kesuksesan yang di berikan untuk anak anaknya memasuki tahun yang baru.

Selain saling memberi Angpao yang di lakukan setiap perayaan Tahun Baru imlek, Angpao juga identic dengan buah jeruk. Banyaknya buah jeruk di rumah juga merupakan tradisi dalam perayaan Imlek. Kulit jeruk yang mendekati warna emas menjadi lambang keberuntungan. Sehingga berbagi jeruk menjelang Imlek menjadi lambang berbagai keberuntungan ditahun yang baru.

Makna Imlek :

Hari Raya Imlek bagi warga Turunan China mempunyai makna yang sacral. Sama seperti Idul Fitri bagi Ummat yang beragama Islam. Imlek di jadikan sebagai perekat silaturahmi antara tetangga baik itu yang bukan merayakannya maupun yang sedang merayakannya. Mempererat hubungan keluarga dan sanak saudara. Karena pada hari pertama Imlek di gunakan untuk berkumpulnya keluarga. Selain itu para orang tua dan yang dituakan pada hari pertama Imlek akan tetap diam dirumah menunggu yang muda muda mengunjunginya. Setelah itu, beberapa hari setelah Imlek dirayakan, barulah yang yang tua tua ini berpergian mendatangi saudara kerabat dan handai tolan lainnya yang lebih tua dari dia. Begitulah seterusnya sampai perayaan Imlek berakhir.

Perayaan Imlek biasanya dirayakan pada tanggal 15 bulan 1 pada penanggalan Imlek. Untuk Tahun ini di Indonesia perayaan Hari Raya imlek dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2014. Suasana Imlek itu sudah mulai terlihat sepuluh hari menjelang dilakasanakannya Perayaan Hari Raya Imlek itu. Pernak pernik Imlek mulai terlihat menghiasi toko toko dan mall mall yang ada di kota kota besar di Indonesia. Bahkan berbagai acara untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek itupun sudah mulai digelar dengan cukup meriah. Inilah bedanya Imlek dijaman Orde Baru dengan zaman Reformasi. Imlek dizaman Reformasi cukup meriah dan bebas dalam merayakannya. Sumber