Kamis, 30 Januari 2014

Gong Xi Fa Chai 2565

Segenap Karyawan Bandung Reklame ( SAB Group ) , Mengucapkan :
Gong Xi Fa Chai 2565, Selamat Hari Raya Imlek 2014 
Wish You All The Best, Good Healt & Succes Always 

**Signboard Advertising Bandung**



SEKILAS TENTANG IMLEK DI INDONESIA
Bagi orang orang turunan China zaman dahulu di era Orde Baru yang hidup di Indonesia, sepertinya mempunyai kepuasan tersendiri, karena mereka bisa membandingkan kondisi zaman Orde Baru dengan Zaman sekarang Repormasi dikala mendekati Perayaan Hari Raya Imlek (Gong Xi Patcai ).Ramainya pernak pernik Imlek yang di jual seperti lampion, bunga Meihua, Angpao yang dipajang disepanjang pertokoan maupun di mall di kota kota besar terlihat megah.

Tahun 1965-an dimasa Orde Baru hingga di penghujung tahun 1980-an menjelang masuknya zaman repormasi, perayaan Imlek tidak semeriah dan seramai sekarang ini. Dijaman Orde Baru perayaan Imlek hanya di rayakan keluarga turunan China yang ada di Indonesia layaknya seperti terbatas dan setengah tertutup. Perayaan Imlek zaman itu tidak di meriahkan dengan Barongsai , tidak ada kembang api, atau lampion dan hiasan pernak pernik Imlek terpasang dirumah rumah maupun di pertokoan dan mall-mall dikota besar.

Sekololahpun tidak diliburkan, meskipun disekolah itu ada anak anak turunan China yang menuntut Ilmu disekolah itu. Hanya ada kebijakan sekolah khusus bagi siswa yang akan merayakan Imlek mereka di beri izin untuk libur selama tiga hari. Begitu juga dengan perkantoran pemerintah maupun swasta juga tidak mencantumkan hari libur pada saat perayaan Imlek. Termasuk perusahaan perusahaan, juga tidak meliburkan kariyawannya. Hanya memberi izin untuk libur tiga hari bagi kariyawannya yang kebetulan turunan etnis China yang akam merayakan Imlek.

Begitulah suasananya perayaan Imlek di jamannya Orde Baru. Ketatnya peraturan pemerintah yang di terapkan pada zaman itu membuat perayaan Imlek menjadi agak tertutup. Perayaan Imlek dirayakan hanya sebatas di lingkungan keluarga dari rumah kerumah saling datang mendatangi. Kemudian melakukan ritual Imlek di vihara. Setelah itu tiga hari berlalu bagi mereka yang sekolah kembali kebangku sekolah dan bagi mereka yang bekerja di perkantoran dan perusahaan kembali beraktifitas. Sepertinya Imlek di lalui tanpa kesan. Begitulah dari tahun ketahun dimasa Orde Baru.

Sekarang di zaman repormasi, perayaan Tahun Baru imlek di rayakan dengan cukup meriah bagi kalangan etnis China di Indonesia. Perayaan Imlek sekarang dapat di rayakan dimana saja dengan secara bebas. Imlek sekarang tidak lagi membatasi warga turunan China untuk merayakannya. Makanya perayaan Imlek sakarang di isi dengan berbagai acara, mulai dari acara kecil kecilan dipedesaan, sampai acara besar dan meriah di kota kota besar yang ada di Indonesia. Ada artis yang di datangkan dari luar negeri, ada Barongsai keliling yang di arak sepanjang jalanan, ada petasan dan kembang api yang menghiasi udara di malam Imlek. Bahkan Pemerintah menjadikan Tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional.

Sekolah perkantoran dan perusahaan perusahaan, Negeri maupun sewasta, tidak lagi memberikan kebijaksanaan sendiri sendiri bagi siswa, pegawai dan kariyawan untuk libur pada hari Raya Imlek. Tapi melainkan sudah diatur oleh pemerintah dengan menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur Nasional.

Adanya kebebasan yang di berikan oleh Pemerintah bagi ummat yang merayakan Tahun Baru Imlek, tidak lagi menjadi diskriminasi bagi kaum minoritas yang tinggal di Indonesia untuk menjalankan ibadah agamanya. Persamaan hak hak bagi setiap rakyat di negeri ini tidak lagi membelenggu setiap ummat yang minoritas melaksanakan kemeriahan acara acara agamanya. Perayaan Imlek sekarang sudah sama dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri (lebaran) bagi Ummat yang beragama Islam, Natal dan Tahun Baru bagi ummat yang beragama Kristiani.

Kalau menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, ada istilah Mudik (pulang kampung) dan pada saat ini warga etnis turunan China juga melakukan hal yang sama pada saat perayaan Tahun Baru imlek. Mereka sudah tidak takut lagi untuk pulang kampung secara berbondong bondong. Perusahaan transportasi, dan Pemerintah juga sibuk menyiapkan alat transportasi seperti kenderaan umum, bus, kereta api, pesawat udara dan laut juga di siapkan untuk mengantisipiasi lonjakan mudik disaat menjelang datangnya perayaan tahun baru Imlek dan sesudahnya. Pendek kata perayaan Tahun Baru Imlek itu sudah sama kebebasannya dengan perayaan lebaran , Natal dan Tahun Baru.

Yang Tidak berobah :

Walaupun perayaan Tahun Baru Imlek banyak yang berobah dalam merayakannya, namun dalam pelaksanaan ritualnya tetap tidak berobah. Tradisi memberi dan menerima Angpao, kue keranjang (kue bakul) memakai baju baru, sembayang divihara dan kunjung mengunjungi sanak saudara di mana yang muda mengunjungi yang tua, dalam setiap perayaan Imlek dari dahulu dan sampai sekarang tradisi itu tetap tidak berobah, dan sampai kapanpun tradisi ini tetap akan mereka pertahankan.

Menurut teman penulis yang warga turunan etnis China mengatakan, pemberian Angpao, kue keranjang hal ini sudah mentradisi dari leluhur mereka. Baik sewaktu zaman dahulu kala di negeri Tirai Bambu maupun di Indonesia. Tradisi memberi dan menerima ini sebenarnya bukan saja di lakukan oleh ummat Budha yang sedang merayakan Tahun baru Imlek, tapi juga di lakukan oleh ummat agama lain di Indonesia. Seperti ummat Islam ketika merayakan Idul Fitri juga melakukan pemberian uang kepada anak anaknya serta sanak sauadaranya.

Berbicara mengenai Angpao (amplop merah berisi uang) bagi kaum Tiohoa mempunyai makna tersendiri. Angpao berwarna merah pertanda sukacita atau kebahagiaan, sedangkan warna putih melambangkan dukacita. Berbagi Angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek menjadi symbol berbagai berkat dan rasa suka cita kepada orang lain.

Angpao pada zaman dahulu tidak banyak ragam jenisnya, tidak ada gambarnya, walaupun sebenarnya warna dan gambar tidak menjadi masalah, yang penting adalah makna dari symbol berbagi yang ada pada tradisi pemberian Angpao sekalipun bahwa isi Angpao itu tidak tergantung dari besar kecilnya uang yang ada di dalam. Sekarang bentuk Angpao itu beragam warna dan gambar. Mulai dari gambar hewan yang melambangkan Tahun baru Imlek yang di rayakan, sampai kepada lambang percintaan bagi kaula muda. Dan harganya juga berpariasi.

Berbagi Angpao dalam perayaan Imlek bukan hanya kepada anak anak, tapi juga kepada remaja dan orang tua atu yang lebih dituakan. Dan yang uniknya sekalipun anaknya itu sudah berkeluarga, sang orang tua juga memberi Angpao kepada anaknya dan menantunya serta cucu cucunya jika anaknya itu sudah punya anak. Karena dalam tradisi leluhur warga turunan China pemberian Angpao tersebut sebagai bekal kesuksesan yang di berikan untuk anak anaknya memasuki tahun yang baru.

Selain saling memberi Angpao yang di lakukan setiap perayaan Tahun Baru imlek, Angpao juga identic dengan buah jeruk. Banyaknya buah jeruk di rumah juga merupakan tradisi dalam perayaan Imlek. Kulit jeruk yang mendekati warna emas menjadi lambang keberuntungan. Sehingga berbagi jeruk menjelang Imlek menjadi lambang berbagai keberuntungan ditahun yang baru.

Makna Imlek :

Hari Raya Imlek bagi warga Turunan China mempunyai makna yang sacral. Sama seperti Idul Fitri bagi Ummat yang beragama Islam. Imlek di jadikan sebagai perekat silaturahmi antara tetangga baik itu yang bukan merayakannya maupun yang sedang merayakannya. Mempererat hubungan keluarga dan sanak saudara. Karena pada hari pertama Imlek di gunakan untuk berkumpulnya keluarga. Selain itu para orang tua dan yang dituakan pada hari pertama Imlek akan tetap diam dirumah menunggu yang muda muda mengunjunginya. Setelah itu, beberapa hari setelah Imlek dirayakan, barulah yang yang tua tua ini berpergian mendatangi saudara kerabat dan handai tolan lainnya yang lebih tua dari dia. Begitulah seterusnya sampai perayaan Imlek berakhir.

Perayaan Imlek biasanya dirayakan pada tanggal 15 bulan 1 pada penanggalan Imlek. Untuk Tahun ini di Indonesia perayaan Hari Raya imlek dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2014. Suasana Imlek itu sudah mulai terlihat sepuluh hari menjelang dilakasanakannya Perayaan Hari Raya Imlek itu. Pernak pernik Imlek mulai terlihat menghiasi toko toko dan mall mall yang ada di kota kota besar di Indonesia. Bahkan berbagai acara untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek itupun sudah mulai digelar dengan cukup meriah. Inilah bedanya Imlek dijaman Orde Baru dengan zaman Reformasi. Imlek dizaman Reformasi cukup meriah dan bebas dalam merayakannya. Sumber 

Rabu, 29 Januari 2014

Available Outdoor 2014 Tol Bandung

Beberapa titik billboard dengan ukuran 5m x 10m & 6m x 12m available serta bando 2m x 25m di area tol dan luar tol Padalarang hingga Cileunyi kami hadirkan untuk anda yang ingin melebarkan usaha atau sekedar branding di area billboard milik kami. Untuk pemesanan lokasi , silahkan kirim permiintaan anda melalui email: bandungreklame@gmail.com . Call marketing kami jika anda memerlukan jawaban secepatnya ke 0817-62-4455

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengenal Lebih Dekat Agung Podomoro Group & Mega Proyek di Bandung

Agung Podomoro Group (APG) didirikan pada tahun 1969 oleh (alm.) Bapak Anton Haliman. Proyek pertamanya adalah kompleks perumahan d kawasan Simprug, Jakarta Selatan yang selesai dibangun pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, APG menjadi pelopor konsep real estat dengan memulai proyek di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Mewujudkan visi, APG membangun kompleks perumahan dengan fasilitas lengkap untuk para penghuninya, seperti sekolah, pusat rekreasi, tempat ibadah, rumah sakit, dan pasar. Kemudian, grup mulai melebarkan usahanya dengan menggandeng beberapa perusahaan. Kini bisnis properti grup terdiri dari kompleks perumahan, pergudangan, dan industri. Pada tahun 1986, kepemimpinan perusahaan diserahkan kepada Trihatma Kusuma Haliman, yang segera mengambil alih PT. Indofica Housing yang memiliki lahan di kawasan Sunter. Perusahaan ini kemudian sukses menambahkan pengembangan seluas 17 hektar sebagai bagian dari pengembangan sebelumnya seluas 500 hektar, menjadikan Sunter sebagai salah satu kawasan eksklusif di Jakarta Utara. Proyek ini juga menjadi salah satu pencapaian yang luar biasa untuk pengembangan real estat di Jakarta.
Pada periode krisis keuangan yang melanda Indonesia di tahun 1997, ketika banyak usaha mengalami kesulitan, Agung Podomoro berhasil melaluinya berkat strategi yang diambil oleh manajemen atas grup ini, seperti keputusan krusial untuk membayar sebagian besar hutang APG pada awal 1997, mengesampingkan devaluasi mata uang, dan memperkenalkan kebijakan uang ketat. Pengalaman dari Bapak Trihatma saat mengatasi kesulitan dalam krisis Pertamina di tahun 1974 memberikan kepercayaan diri dan sikap yang tepat dalam grup untuk menghadapi situasi ini.
APG kemudian memandang krisis 1997 sebagai tantangan dan kesempatan yang sangat baik. Dengan kecermatan melihat perubahan pasar, APG menemukan potensi besar di pasar. Salah satunya adalah kebutuhan untuk tempat tinggal di tengah kota. Langkah pertama yang dilakukan adalah membeli lahan dari BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan juga properti yang dimiliki pengembang-pengembang yang tekena dampak yang cukup berat dari krisis.
Sebenarnya, semenjak tahun 1995 APG telah menjalankan proyek-proyek yang dibangun dengan konsep yang mirip dan kesadaran akan keterbatasan lahan di kota. Pembangunan Menteng Executive Apartment memberikan pilihan bagi masyarakat untuk tinggal di kawasan kolektif yang berlokasi di daerah suburban kota dan menjadi sebuah terobosan dalam pengembangan real estat. Sukses dengan proyek di Menteng, pada tahun 2000 dan selanjutnya, APG mulai berfokus pada pembangunan apartemen. Hingga tahun 2012, Agung Podomoro Group telah menyelesaikan 16 apartemen, 15 kawasan hunian, dan 16 kawasan komersial mixed-use. Sertifikat ISO 9001 untuk Menteng Executive Apartment dan Bukit Gading Mediterania di Kelapa Gading adalah sebuah pernyataan akan kapabilitas dan komitmen manajemen APG yang profesional terhadap para pemegang saham-nya.


PROYEK AGUNG PODOMORO DI BANDUNG

1. Parahyangan Residences 
Nikmati pemandangan indah, rasakan hembusan udara segar kawasan Bandung Utara dari Parahyangan Residence. Pengembangan hunian vertikal ini memberikan akses mudah ke berbagai pusat perbelanjaan tujuan kuliner, universitas - universitas ternama di kota ini dan juga Gunung Tangkuban Parahu.
Merupakan sebuah tempat tinggal istimewa yang memanjakan anda dengan berbagai fasilitas terbaik seperti infinity pool, pemandangan alam, kafe dan restoran, jogging hill track, amfiteater, dan rooftop garden yang dibuat bagi kalangan yang ingin mendapatkan kehidupan green yang luar biasa.  
Lokasi : Jl. Ciumbuleuit No. 125 Bandung 40141, Indonesia
No Telp : 022 - 820 656 88
Website : www.parahyanganresidences.com 


2. Pullman Bandung City Center 
Terletak di pusat kota Bandung, Jalan Diponegoro dan Jalan Surapati , Agung Podomoro Land (MCOR) sedang mengembangkan sebuah proyek yang disebut Pullman pusat kota Bandung. MCOR akan mengembangkan sekitar 1,9 hektar lahan ke fasilitas MICE (pertemuan, insentif, konfrensi dan pameran) termasuk sekitar 300 kamar hotel bintang lima, pusat konvensi, ballroom, ruang pertemuan dan area pertokoan retail.  


3. Proyek 1000 Rumah  
Proyek perumahan 1000 unit di wilayah Bandung Selatan dengan luas lahan 27 hektar yang akan dibandrol dengan harga 200 - 500 juta ini rencananya akan dipasarkan pada kuartal III Tahun 2014.  



**SAB Group**