Jumat, 15 Agustus 2014

ACP Merk MACO



MACO ACP – Merupakan produk Aluminum Composite Panel yang diproduksi di indonesia sejak tahun 2012. Dengan kata lain, MACO adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Aluminum Composite Panel saat ini sudah menjadi solusi yang dipilih banyak orang untuk finishing bagian fasad (tampak luar) bangunan menggantikan tembok plesteran dan kaca. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki antara lain low-cost-maintenance, tampak depan yang lebih trendy, pilihan warna yang sangat beragam dan kemudahan untuk pemasangan telah membuat Aluminum Composite Panel mudah diterima oleh kalangan praktisi di bidang pembangunan.
Aluminium Composite Composite Panel (ACP) dengan brand MACO yang dilapisi PVDF terdiri atas dua lembaran aluminium berkualitas tinggi dan inti panel yang diisi dengan material polietilen termoplastik (polietilen tahan api) diproses dalam tekanan dan suhu tinggi secara terus – menerus. Sisi depan aluminium dilapisi dengan cat PVDF Kynar 500, untuk finishing produk composite panel yang kuat dan tahan lama.
Maco adalah produk ACP pertama yang diproduksi di Indonesia. Pabrik yang memproduksi Maco terletak di tigaraksa tangerang.
Maco diproduksi di pabrik seluas 26.000 m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
MACO ACP telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen kualitas dan ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan, sehingga konsumen tidak perlu ragu mengenai kualitas produk kami. MACO ACP juga telah diuji coba dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementrian perindustrian dan SGS.

KEUNGGULAN
Keunggulan Aluminium Composite Panel :
Permukaan yang cukup rata dan halus.
Mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap cuaca dan iklim.
Bahan yang bagus untuk dekoratif baik eksterior maupun interior.
Mudah diaplikasikan dalam berbagai desain konsep modern.
Tersedia dalam berbagai macam warna dan pola.
Bahan composite mudah dibentuk, dilipat, dibor dan dan dilengkung dengan menggunakan peralatan konvensional ataupun peralatan sederhana lainnya.
Bahan inti yang terbuat dari bahan polyethylene sehingga lembaran tahan bakar.
Lapisan permukaaan aluminium yang dilapisi dengan polyester akan menambah daya tahan, stabilitas dan tahan terhadap iklim dan korosi.
Keunggulan Maco® Aluminium Composite Panel :
Produksi yg mencapai 2.600.000 m2 per tahun atau 3.000 s/d 4.000 m2 per hari.
Dapat memproduksi panel dengan ukuran special atau dengan modul yg di inginkan.
Kualitas bahan baku yg terjamin dan memenuhi standart internasional.
Garansi warna sampai dengan 15 tahun
Waktu pengiriman yg lebih cepat, karena pabrik yg terletak di Indonesia.
Harga yg sangat kompetitif.
Banyak pilihan warna dan dapat memenuhi permintaan warna custom.

MACO ACP diproduksi di pabrik seluas 26.000 m2, dimana bangunan pabrik tersebut berdiri diatas lahan seluas 100.000 m2 dan telah dilengkapi dengan alat alat berstandart internasional.
Berikut spesifikasi Aluminium Composite Panel Maco :
MACO ® PVDF 0.3
• Dimensi :
o 1.2m x 2.4m (Standart)
o 1.2m x 4.8m (Jumbo)
• Tebal Total : 4mm
• Tebal Coating : 0.3mm
• Jenis Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)
MACO ® PVDF 0.5
• Dimensi :
o 1.2m x 2.4m (Standart)
o 1.2m x 4.8m (Jumbo)
• Tebal Total : 4mm
• Tebal Coating : 0.5mm
• Jenis Coating : PVDF (Polyvinylidene Difluoride)

Aluminium Composite Panel ACP dapat diaplikasikan pada exterior bangunan/ gedung. Dengan keberagaman warna-warni yang dimilikinya, Aluminium Composite Panel sanggup memberikan nilai tambah pada bangunan atau gedung yang menggunakan Aluminium Composite Panel ini.

**SAB**

Selasa, 29 Juli 2014

Esensi Idul fitri


Fajar 1 Syawal 1435 H / 2014 M sebentar lagi akan tiba. Bersama-sama dengan ummat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.

Bahkan sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. ” Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak lupa kalimat tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.

ESENSI MAKNA IDUL FITRI

Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAW yang artinya : ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitritanpa makan beberapa kurma sebelumnya." Dalam Riwayat lain: "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian diatas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitria dalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) . Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).

Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang benar. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci.”

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan istilah Lebaran. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.

Adapun terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat, dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan, bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT.

Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah. Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan kesalahan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Dengan demikian ketupat ini hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa. Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk. Silaturahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat. Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status, inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger, skype dan email.

Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah.  (HR.Daud,Tirmidzi & Ibnu Majah) .

Kini kita dengan rasa suka cita dan senang karena kita menyambut hari kemenagan disamping itu kita juga bercampur sedih, dan dengan linangan air mata bahagia kita di tinggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfiroh dan Rahmat Allah SWT. Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang kita dapatkan. Kini bulan Ramadhan telah berlalu, tapi satu hal yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit dan akhlakiyah puasa Ramadhan, sehingga 1 Syawal harus menjadi Imtidad lanjutan Ramadhan dengan ibadah serta kesalehan sosial. Sebab Kata Syawal itu sendiri artinya peningkatan. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita.

HIKMAH IDUL FITRI
Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu Pertama, ia tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya sebagai contoh kita harus menghormati kedua orang tua kita baik orang tua kandung maupun mertua, jikalau sudah meninggal berziarahlah ketempat makam mereka untuk mendoaakan agar dilapangkan kuburannya dan diampuni dosanya.

Mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan, yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat,seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.

 Seorang muslim yang kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid [hamba Allah] yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya. Itulah beberapa indikator dari gambaran seorang yang kembali kepada fitrahnya setelah selesai menunaikan ibadah shaum Ramadhan sebulan lamanya, dan itu akan tampak pada dirinya setelah selesai puasa ramadhan,mulai hari ini dan seterusnya.

Namun bila ketiga ciri fitrah tersebut tidak tampak pada diri seorang muslim mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, maka berarti latihan dan pendidikan puasa Ramadhan yang telah dilakukannya selama sebulan tidak berhasil, karena ia tidak mampu kembali kepada fitrahnya. Semoga dengan kembalinya semua warga masyarakat muslim di negeri ini kepada Fitrahnya, cita-cita Negara kita menjadi Negara yang Adil dan Makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi, Gemah merenah tur tuma’ninah dibawah ridha Allah SWT atau dengan istilah agama Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghoffur.

Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang&rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan. Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang mungkin banyak terdapat kotoran&noda seraya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT, selalu memberikan pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul Fitri tahun 2014 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena kita baru saja telah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden. Walaupun kemarin beda pilihan itulah seninya berdemokrasi, mari merajut kembali dan maksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci. Sumber : MuslimMediaNews

"Selamat Idul Fitri 1435H , Mohon Maaf Lahir Bathin , Taqqaballahu Minna Wa Minkum..."

Sabtu, 28 Juni 2014

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan


Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.” (Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.) Sumber:dakwatuna

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum {SAB}

Jumat, 30 Mei 2014

7 Contoh Kebaikan Dalam Uang ( Manusia Berkualitas )

Manusia dan uang memiliki hubungan yang luar biasa. Uang itu sendiri sebenarnya tidak ada harganya. Sebagian besar mata uang moderen tidaklah lebih dari sebatas tinta dan kertas. Satu-satunya nilai sesungguhnya dari uang terletak pada kebaikan yang Anda amalkan dengan uang itu.
Perhatikan contoh berikut:

1. Mobil yang diparkir di halaman rumah, sebenarnya hanya memiliki nilai dasar, karena dengan berjalannya waktu, mobil itu akan menjadi rongsok. Namun saat Anda mengendarai mobil itu untuk pulang pergi kerja, mobil itu berperan sebagai kunci penting dalam usaha Anda mencari nafkah untuk keluarga Anda. Saat Anda mengendarai mobil itu untuk mengantar jemput anggota keluarga ke sekolah dan kegiatan rekreasi, maka mobil itu mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kesehatan mental dan fisik keluarga Anda secara keseluruhan. Pada kenyataannya, mobil tidaklah lebih dari sarana transportasi yang bisa mengantarkan Anda dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam hal ini, mobil Dodge keluaran tahun 1998
dengan mobil sedan Lexus keluaran tahun 2013 memiliki fungsi sarana transportasi yang sama. 

2. Rumah kecil sederhana di lingkungan yang aman di mana anak-anak dapat bermain di luar dengan anak-anak tetangga mereka, dapat memberikan sarana tempat tinggal nyaman, yang sama persis - atau bahkan lebih baik dari rumah istana yang besarnya berkali-kali lipat yang terletak di daerah perumahan orang kaya. 

3. Meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan sebagai pelatih untuk tim sepak bola atau sebagai pelatih kegiatan pramuka, mungkin jauh lebih berharga bagi anak- anak Anda dan lingkungan sekitar Anda di bandingkan banyaknya uang yang Anda miliki. 

4. Mengajar anak-anak Anda melalui contoh pribadi dengan meluangkan waktu dan uang untuk tujuan mulia akan memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi mereka dan masyarakat sekitar dibandingkan dengan mengajar anak-anak Anda untuk "maju" secara duniawi. Ajarlah anak-anak agar mereka tahu bahwa uang bukanlah segalanya dalam hidup ini. Uang hanyalah sebuah sarana untuk mencapai suatu tujuan. 

5. Kita tidak butuh banyak uang untuk menyediakan makan malam bagi tetangga yang baru saja menjalani operasi; yang kita butuhkan hanyalah toleransi antara para penduduk dan masyarakat sekitar. 

6. Anda tidak perlu menjadi seorang Bill Gates untuk memiliki dampak pada dunia, tetapi jika Anda mengukur kekayaan dengan angka, Anda akan mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. (Bill Gates telah menyumbang miliaran dolar karna dia telah berjanji untuk menyumbangkan 95 persen dari kekayaannya). 

7. Di dunia ini hampir ada 1 miliar orang yang kelaparan. Anda tidak bisa menolong mereka semuanya sendirian, tetapi jika setiap keluarga di dunia ini berusaha untuk menolong satu orang saja, maka tidak akan ada satupun orang yang kelaparan. 

Anda dapat memilih warisan macam apakah yang ingin Anda tinggalkan di dunia ini. Anda dapat menentukan pribadi macam apa Anda sebenarnya dan bagaimana Anda ingin diingat saat anda meninggalkan kehidupan ini. Anda dapat membantu pasangan Anda dan anak-anak Anda menjadi orang yang akan diingat karena amal kebaikan mereka. Ingatlah, uang hanya berharga jika kita amalkan untuk kebaikan. Peninggalan macam apakah yang ingin Anda wariskan untuk keluarga Anda? Sumber:keluarga.com

Kamis, 30 Januari 2014

Gong Xi Fa Chai 2565

Segenap Karyawan Bandung Reklame ( SAB Group ) , Mengucapkan :
Gong Xi Fa Chai 2565, Selamat Hari Raya Imlek 2014 
Wish You All The Best, Good Healt & Succes Always 

**Signboard Advertising Bandung**



SEKILAS TENTANG IMLEK DI INDONESIA
Bagi orang orang turunan China zaman dahulu di era Orde Baru yang hidup di Indonesia, sepertinya mempunyai kepuasan tersendiri, karena mereka bisa membandingkan kondisi zaman Orde Baru dengan Zaman sekarang Repormasi dikala mendekati Perayaan Hari Raya Imlek (Gong Xi Patcai ).Ramainya pernak pernik Imlek yang di jual seperti lampion, bunga Meihua, Angpao yang dipajang disepanjang pertokoan maupun di mall di kota kota besar terlihat megah.

Tahun 1965-an dimasa Orde Baru hingga di penghujung tahun 1980-an menjelang masuknya zaman repormasi, perayaan Imlek tidak semeriah dan seramai sekarang ini. Dijaman Orde Baru perayaan Imlek hanya di rayakan keluarga turunan China yang ada di Indonesia layaknya seperti terbatas dan setengah tertutup. Perayaan Imlek zaman itu tidak di meriahkan dengan Barongsai , tidak ada kembang api, atau lampion dan hiasan pernak pernik Imlek terpasang dirumah rumah maupun di pertokoan dan mall-mall dikota besar.

Sekololahpun tidak diliburkan, meskipun disekolah itu ada anak anak turunan China yang menuntut Ilmu disekolah itu. Hanya ada kebijakan sekolah khusus bagi siswa yang akan merayakan Imlek mereka di beri izin untuk libur selama tiga hari. Begitu juga dengan perkantoran pemerintah maupun swasta juga tidak mencantumkan hari libur pada saat perayaan Imlek. Termasuk perusahaan perusahaan, juga tidak meliburkan kariyawannya. Hanya memberi izin untuk libur tiga hari bagi kariyawannya yang kebetulan turunan etnis China yang akam merayakan Imlek.

Begitulah suasananya perayaan Imlek di jamannya Orde Baru. Ketatnya peraturan pemerintah yang di terapkan pada zaman itu membuat perayaan Imlek menjadi agak tertutup. Perayaan Imlek dirayakan hanya sebatas di lingkungan keluarga dari rumah kerumah saling datang mendatangi. Kemudian melakukan ritual Imlek di vihara. Setelah itu tiga hari berlalu bagi mereka yang sekolah kembali kebangku sekolah dan bagi mereka yang bekerja di perkantoran dan perusahaan kembali beraktifitas. Sepertinya Imlek di lalui tanpa kesan. Begitulah dari tahun ketahun dimasa Orde Baru.

Sekarang di zaman repormasi, perayaan Tahun Baru imlek di rayakan dengan cukup meriah bagi kalangan etnis China di Indonesia. Perayaan Imlek sekarang dapat di rayakan dimana saja dengan secara bebas. Imlek sekarang tidak lagi membatasi warga turunan China untuk merayakannya. Makanya perayaan Imlek sakarang di isi dengan berbagai acara, mulai dari acara kecil kecilan dipedesaan, sampai acara besar dan meriah di kota kota besar yang ada di Indonesia. Ada artis yang di datangkan dari luar negeri, ada Barongsai keliling yang di arak sepanjang jalanan, ada petasan dan kembang api yang menghiasi udara di malam Imlek. Bahkan Pemerintah menjadikan Tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional.

Sekolah perkantoran dan perusahaan perusahaan, Negeri maupun sewasta, tidak lagi memberikan kebijaksanaan sendiri sendiri bagi siswa, pegawai dan kariyawan untuk libur pada hari Raya Imlek. Tapi melainkan sudah diatur oleh pemerintah dengan menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur Nasional.

Adanya kebebasan yang di berikan oleh Pemerintah bagi ummat yang merayakan Tahun Baru Imlek, tidak lagi menjadi diskriminasi bagi kaum minoritas yang tinggal di Indonesia untuk menjalankan ibadah agamanya. Persamaan hak hak bagi setiap rakyat di negeri ini tidak lagi membelenggu setiap ummat yang minoritas melaksanakan kemeriahan acara acara agamanya. Perayaan Imlek sekarang sudah sama dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri (lebaran) bagi Ummat yang beragama Islam, Natal dan Tahun Baru bagi ummat yang beragama Kristiani.

Kalau menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru, ada istilah Mudik (pulang kampung) dan pada saat ini warga etnis turunan China juga melakukan hal yang sama pada saat perayaan Tahun Baru imlek. Mereka sudah tidak takut lagi untuk pulang kampung secara berbondong bondong. Perusahaan transportasi, dan Pemerintah juga sibuk menyiapkan alat transportasi seperti kenderaan umum, bus, kereta api, pesawat udara dan laut juga di siapkan untuk mengantisipiasi lonjakan mudik disaat menjelang datangnya perayaan tahun baru Imlek dan sesudahnya. Pendek kata perayaan Tahun Baru Imlek itu sudah sama kebebasannya dengan perayaan lebaran , Natal dan Tahun Baru.

Yang Tidak berobah :

Walaupun perayaan Tahun Baru Imlek banyak yang berobah dalam merayakannya, namun dalam pelaksanaan ritualnya tetap tidak berobah. Tradisi memberi dan menerima Angpao, kue keranjang (kue bakul) memakai baju baru, sembayang divihara dan kunjung mengunjungi sanak saudara di mana yang muda mengunjungi yang tua, dalam setiap perayaan Imlek dari dahulu dan sampai sekarang tradisi itu tetap tidak berobah, dan sampai kapanpun tradisi ini tetap akan mereka pertahankan.

Menurut teman penulis yang warga turunan etnis China mengatakan, pemberian Angpao, kue keranjang hal ini sudah mentradisi dari leluhur mereka. Baik sewaktu zaman dahulu kala di negeri Tirai Bambu maupun di Indonesia. Tradisi memberi dan menerima ini sebenarnya bukan saja di lakukan oleh ummat Budha yang sedang merayakan Tahun baru Imlek, tapi juga di lakukan oleh ummat agama lain di Indonesia. Seperti ummat Islam ketika merayakan Idul Fitri juga melakukan pemberian uang kepada anak anaknya serta sanak sauadaranya.

Berbicara mengenai Angpao (amplop merah berisi uang) bagi kaum Tiohoa mempunyai makna tersendiri. Angpao berwarna merah pertanda sukacita atau kebahagiaan, sedangkan warna putih melambangkan dukacita. Berbagi Angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek menjadi symbol berbagai berkat dan rasa suka cita kepada orang lain.

Angpao pada zaman dahulu tidak banyak ragam jenisnya, tidak ada gambarnya, walaupun sebenarnya warna dan gambar tidak menjadi masalah, yang penting adalah makna dari symbol berbagi yang ada pada tradisi pemberian Angpao sekalipun bahwa isi Angpao itu tidak tergantung dari besar kecilnya uang yang ada di dalam. Sekarang bentuk Angpao itu beragam warna dan gambar. Mulai dari gambar hewan yang melambangkan Tahun baru Imlek yang di rayakan, sampai kepada lambang percintaan bagi kaula muda. Dan harganya juga berpariasi.

Berbagi Angpao dalam perayaan Imlek bukan hanya kepada anak anak, tapi juga kepada remaja dan orang tua atu yang lebih dituakan. Dan yang uniknya sekalipun anaknya itu sudah berkeluarga, sang orang tua juga memberi Angpao kepada anaknya dan menantunya serta cucu cucunya jika anaknya itu sudah punya anak. Karena dalam tradisi leluhur warga turunan China pemberian Angpao tersebut sebagai bekal kesuksesan yang di berikan untuk anak anaknya memasuki tahun yang baru.

Selain saling memberi Angpao yang di lakukan setiap perayaan Tahun Baru imlek, Angpao juga identic dengan buah jeruk. Banyaknya buah jeruk di rumah juga merupakan tradisi dalam perayaan Imlek. Kulit jeruk yang mendekati warna emas menjadi lambang keberuntungan. Sehingga berbagi jeruk menjelang Imlek menjadi lambang berbagai keberuntungan ditahun yang baru.

Makna Imlek :

Hari Raya Imlek bagi warga Turunan China mempunyai makna yang sacral. Sama seperti Idul Fitri bagi Ummat yang beragama Islam. Imlek di jadikan sebagai perekat silaturahmi antara tetangga baik itu yang bukan merayakannya maupun yang sedang merayakannya. Mempererat hubungan keluarga dan sanak saudara. Karena pada hari pertama Imlek di gunakan untuk berkumpulnya keluarga. Selain itu para orang tua dan yang dituakan pada hari pertama Imlek akan tetap diam dirumah menunggu yang muda muda mengunjunginya. Setelah itu, beberapa hari setelah Imlek dirayakan, barulah yang yang tua tua ini berpergian mendatangi saudara kerabat dan handai tolan lainnya yang lebih tua dari dia. Begitulah seterusnya sampai perayaan Imlek berakhir.

Perayaan Imlek biasanya dirayakan pada tanggal 15 bulan 1 pada penanggalan Imlek. Untuk Tahun ini di Indonesia perayaan Hari Raya imlek dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2014. Suasana Imlek itu sudah mulai terlihat sepuluh hari menjelang dilakasanakannya Perayaan Hari Raya Imlek itu. Pernak pernik Imlek mulai terlihat menghiasi toko toko dan mall mall yang ada di kota kota besar di Indonesia. Bahkan berbagai acara untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek itupun sudah mulai digelar dengan cukup meriah. Inilah bedanya Imlek dijaman Orde Baru dengan zaman Reformasi. Imlek dizaman Reformasi cukup meriah dan bebas dalam merayakannya. Sumber 

Rabu, 29 Januari 2014

Available Outdoor 2014 Tol Bandung

Beberapa titik billboard dengan ukuran 5m x 10m & 6m x 12m available serta bando 2m x 25m di area tol dan luar tol Padalarang hingga Cileunyi kami hadirkan untuk anda yang ingin melebarkan usaha atau sekedar branding di area billboard milik kami. Untuk pemesanan lokasi , silahkan kirim permiintaan anda melalui email: bandungreklame@gmail.com . Call marketing kami jika anda memerlukan jawaban secepatnya ke 0817-62-4455

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengenal Lebih Dekat Agung Podomoro Group & Mega Proyek di Bandung

Agung Podomoro Group (APG) didirikan pada tahun 1969 oleh (alm.) Bapak Anton Haliman. Proyek pertamanya adalah kompleks perumahan d kawasan Simprug, Jakarta Selatan yang selesai dibangun pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, APG menjadi pelopor konsep real estat dengan memulai proyek di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Mewujudkan visi, APG membangun kompleks perumahan dengan fasilitas lengkap untuk para penghuninya, seperti sekolah, pusat rekreasi, tempat ibadah, rumah sakit, dan pasar. Kemudian, grup mulai melebarkan usahanya dengan menggandeng beberapa perusahaan. Kini bisnis properti grup terdiri dari kompleks perumahan, pergudangan, dan industri. Pada tahun 1986, kepemimpinan perusahaan diserahkan kepada Trihatma Kusuma Haliman, yang segera mengambil alih PT. Indofica Housing yang memiliki lahan di kawasan Sunter. Perusahaan ini kemudian sukses menambahkan pengembangan seluas 17 hektar sebagai bagian dari pengembangan sebelumnya seluas 500 hektar, menjadikan Sunter sebagai salah satu kawasan eksklusif di Jakarta Utara. Proyek ini juga menjadi salah satu pencapaian yang luar biasa untuk pengembangan real estat di Jakarta.
Pada periode krisis keuangan yang melanda Indonesia di tahun 1997, ketika banyak usaha mengalami kesulitan, Agung Podomoro berhasil melaluinya berkat strategi yang diambil oleh manajemen atas grup ini, seperti keputusan krusial untuk membayar sebagian besar hutang APG pada awal 1997, mengesampingkan devaluasi mata uang, dan memperkenalkan kebijakan uang ketat. Pengalaman dari Bapak Trihatma saat mengatasi kesulitan dalam krisis Pertamina di tahun 1974 memberikan kepercayaan diri dan sikap yang tepat dalam grup untuk menghadapi situasi ini.
APG kemudian memandang krisis 1997 sebagai tantangan dan kesempatan yang sangat baik. Dengan kecermatan melihat perubahan pasar, APG menemukan potensi besar di pasar. Salah satunya adalah kebutuhan untuk tempat tinggal di tengah kota. Langkah pertama yang dilakukan adalah membeli lahan dari BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan juga properti yang dimiliki pengembang-pengembang yang tekena dampak yang cukup berat dari krisis.
Sebenarnya, semenjak tahun 1995 APG telah menjalankan proyek-proyek yang dibangun dengan konsep yang mirip dan kesadaran akan keterbatasan lahan di kota. Pembangunan Menteng Executive Apartment memberikan pilihan bagi masyarakat untuk tinggal di kawasan kolektif yang berlokasi di daerah suburban kota dan menjadi sebuah terobosan dalam pengembangan real estat. Sukses dengan proyek di Menteng, pada tahun 2000 dan selanjutnya, APG mulai berfokus pada pembangunan apartemen. Hingga tahun 2012, Agung Podomoro Group telah menyelesaikan 16 apartemen, 15 kawasan hunian, dan 16 kawasan komersial mixed-use. Sertifikat ISO 9001 untuk Menteng Executive Apartment dan Bukit Gading Mediterania di Kelapa Gading adalah sebuah pernyataan akan kapabilitas dan komitmen manajemen APG yang profesional terhadap para pemegang saham-nya.


PROYEK AGUNG PODOMORO DI BANDUNG

1. Parahyangan Residences 
Nikmati pemandangan indah, rasakan hembusan udara segar kawasan Bandung Utara dari Parahyangan Residence. Pengembangan hunian vertikal ini memberikan akses mudah ke berbagai pusat perbelanjaan tujuan kuliner, universitas - universitas ternama di kota ini dan juga Gunung Tangkuban Parahu.
Merupakan sebuah tempat tinggal istimewa yang memanjakan anda dengan berbagai fasilitas terbaik seperti infinity pool, pemandangan alam, kafe dan restoran, jogging hill track, amfiteater, dan rooftop garden yang dibuat bagi kalangan yang ingin mendapatkan kehidupan green yang luar biasa.  
Lokasi : Jl. Ciumbuleuit No. 125 Bandung 40141, Indonesia
No Telp : 022 - 820 656 88
Website : www.parahyanganresidences.com 


2. Pullman Bandung City Center 
Terletak di pusat kota Bandung, Jalan Diponegoro dan Jalan Surapati , Agung Podomoro Land (MCOR) sedang mengembangkan sebuah proyek yang disebut Pullman pusat kota Bandung. MCOR akan mengembangkan sekitar 1,9 hektar lahan ke fasilitas MICE (pertemuan, insentif, konfrensi dan pameran) termasuk sekitar 300 kamar hotel bintang lima, pusat konvensi, ballroom, ruang pertemuan dan area pertokoan retail.  


3. Proyek 1000 Rumah  
Proyek perumahan 1000 unit di wilayah Bandung Selatan dengan luas lahan 27 hektar yang akan dibandrol dengan harga 200 - 500 juta ini rencananya akan dipasarkan pada kuartal III Tahun 2014.  



**SAB Group**